Wawancara Ang & Gema: Ingin Perubahan, Wujudkan Adanya Rasa Bangga

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden mahasiswa nomor urut 1,Ang dan Gema. dok. Bangga Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden mahasiswa nomor urut 1,Ang dan Gema. dok. Bangga

STOPPRESS MP, UNPAR – “Bangga (Bersama Ang dan Gema) !!!” Itulah tagline yang diusung oleh salah satu pasangan capresma dan cawapresma bernomor urut satu. Pada pemilu ini, Stephen Angkiriwang yang akrab disapa Ang bersama dengan Gema Satrio mencalonkan diri sebagai capresma dan cawapresma Unpar periode 2015/2016. Ang merupakan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional angkatan 2012 sedangkan Gema merupakan mahasiswa jurusan Teknik Industri angkatan 2012.

Di tengah kesibukannya menjalani kampanye, sambil menyantap makanan setelah lelah berorasi di Fakultas Filsafat reporter Media Parahyangan berkesempatan mewawancarai pasangan kandidat ini di Kedai Warbampada pada Kamis (23/04). Berikut petikan wawancara Media Parahyangan bersama pasangan kandidat bernomor urut satu ini.

Kenapa memilih mencalonkan diri menjadi capres & cawapres?

Gema (G): Kami memiliki cita-cita yang sama, berawal dari fenomena mengenai potensi mahasiswa Unpar. Kedua, kami menyadari potensi mahasiswa yang belum dikembangkan seutuhnya. Tidak adanya media aspirasi yang jelas membuat mahasiwa lebih mementingkan diri sendiri dan bukan untuk Unpar.

Ang (A): Kami ingin adanya perubahan, mewujudkan adanya rasa bangga. Menurut kami dengan mencalonkan diri merupakan salah satu cara. Meskipun nantinya kami tidak memenangkan pemilu, kami tetap memiliki kewajiban untuk mewujudkan hal tersebut dengan potensi yang kami punya, agar Unpar membanggakan mahasiswa dan mahasiswa membanggakan Unpar.

Visi & Misi?         

A: Misi itu kan menunjang dari visi jadi terdapat empat poin yang kami rencanakan. Pertama, membangun LKM yang terbuka, progresif , dan evaluatif. Terbuka dalam artian terhadap saran dan kritik, apa yang dikerjakan, dan yang akan dikerjakan. Melalui hal tersebut kami akan membuka serta menunjukkan kemajuan dan perkembangan kami sekecil apapun. Kemudian semua itu akan dievaluasi untuk mengetahui kurang dan lebihnya dimana, sehingga mampu mengembangkan dan menciptakan LKM yang lebih progresif serta evaluatif.

Kedua, membina hubungan yang kooperatif melalui peningkatan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh elemen Unpar. Kooperatif itu maksudnya bekerja bersama dan penting untuk menghimbau para mahasiswa, LKM, MPM, UKM, HMPS, biro-biro, dan rektorat untuk dapat bekerjasama. Dengan begitu tidak terjadi hubungan yang satu arah sehingga permasalahan dan fenomena bisa ditangani dengan baik melalui komunikasi dan koordinasi.

Ketiga, untuk hadir, mendengar, dan tanggap dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa, maksudnya untuk tidak hanya hadir namun harus peduli dan juga mendengarkan. Peduli itu kan bentuk perhatian dan apabila hanya hadir belum tentu dapat mendengar. Kalau mendengar saja belum tentu selseai masalahnya. Jadi setelah hadir dan mendengar, kita harus tanggap dengan responsif dan cepat.

Keempat, Meningkatkan eksistensi kemahasiwaan Unpar di masyarakat dengan melibatkan pihak eksternal. Inilah fokus kami agar dapat memberikan manfaat nyata. Berhubungan dengan visi kami yaitu manfaat nyata, dengan meningkatkan eksistensi, masyarakat akan mengenal dan mengetahui kapasitas serta kapabiltias Mahasiswa Unpar.

G: Visi kami adalah Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) yang peduli,bekerja bersama, dan bermanfaat nyata. Dalam hal peduli, kami merasa LKM seharusnya peduli terhadap aspirasi mahasiswa atau pun terkait dengan fenomena yang ada. LKM juga harus bekerjasama dalam menanggapi fenomena yang ada dan memenuhi kebutuhan mahasiwa.

Kami sadar bahwa didalam menangani permasalahan itu tidak akan mudah apabila hanya dilakukan oleh salah satu elemen di Unpar, maka dari itu LKM mengajak seluruh elemen Unpar untuk bekerja bersama-sama. Maka dari itu masalah yang tadinya sulit untuk diselesaikan akan terasa lebih ringan.

LKM pun harus memedulikan manfaat-manfaat yang diberikan kepada mahasiswa maupun lingkungan luar. Jadi, LKM harus memikirkan dampak dari fungsi, pekerjaan, dan penyelesaian masalah dengan mementingkan mahasiswa sebagai sasaran utamanya.

Apa saja program kerja yang akan dilaksanakan?

A: Kanopi (Kajian Dan Olah Aspirasi), Parahyangan Alumni Day, Somasi (Solusi Dan Aksi Mahasiswa). Lewat kanopi,kami ingin menyentuh masyarakat dengan lebih. Misalnya sekarang sudah dijalankannya safari HMPS dan UKM yang baru menyentuh 16 HMPS dan 26 UKM padahal mahasiwa ada 10.000. Kami harus mengetahui terlebih dahulu aspirasi para mahasiswa dan melalui aspirasi mahasiswa tersebut kami mau wujudkan. Caranya adalah membuat survey berkala, angket, dan wawancara atau apapun itu yang pasti menyentuh lebih banyak mahasiwa. 1000-2000 itu tidak apa-apa yang penting lebih baik dari jumlah saat ini.

Kedua adalah Parahyangan Alumni day kegiatan tersebut akan memfasiltiasi petemuan antara mahasiwa Unpar dengan alumninya bukan hanya pertemuan saja, tapi terdapat interaksi dan kerjasama. Manfaatnya misalnya mereka dapat membantu kegiatan kampus dengan sponsor, publikasi, pengisi acara,dll. Ketika akan memulai ke dunia kerja kita bisa jauh lebih mudah menemukan pekerjaan karena memiliki relasi. Mereka juga dapat membantu untuk pembangunan kampus serta memberi saran mengenai kurikulum.

Ketiga adalah Somasi, kegiatan tersebut berangkat dari fenomena bahwa mahasiwa Unpar sebenanya harus peka terhadap lingkungan sekitar, namun mengapa hanya diam saja saat ada isu-isu sekitar dan hanya segelintir yang bergerak. Mengapa kita tidak coba menularkan semangat ini kepada mahasiswa Unpar secara keseluruhan lewat diskusi. Kita budayakan diskusi apabila terdapat masalah. Mungkin dari hasil diskusi ini kita bisa hasilkan output aksi, solusi, dan aksi solutif karena kita harus memberi manfaat.

G: Fokus pada pengabdian masyarakat. Itu merupakan proker-proker yang inovatif dan belum ada sebelumnya. Namun disisi lain kami akan tetap mengembangkan yang sudah ada. Bidang pengabdian masyarakat ini berupa pengembangan bentuk lain dari Tosaya dengan mengembalikan esensi aslinya yaitu membantu seluruh orang, ngebantos sodaya.

Selain itu akan ada pekan sumpah pemuda yang memgumpulkan BEM mahasiwa Bandung. Kami belum menentukan apakah akan diadakan di pekan sumpah pemuda namun kami akan mengumpulkan BEM secara nasional dan membawa suatu bahasan tentang peran mahasiswa terhadap Indonesia karena kami rasa peran mahasiwa kurang dipertimbangkan terutama di Unpar.

Tanggapan tentang LKM saat ini?

A: Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan dari kemahasiswan, baik dari program kerja maupun dari somasi. Mahasiwa unpar seringkali dianggap membuat acara tanpa pedulikan lingkungan sekitar. Potensi yang ada harus dimaksimalkan untuk menunjukan pada masyarakat mahasiwa Unpar yang sesungguhnya.

G: Menurut kami kemahasiwaan Unpar itu memiliki potensi yang luar biasa,namun kebutuhannya kurang terpenuhi sehingga pola pikir mahasiwakadang hanya untuk diri sendiri maupun organisasinya. Saat kita keluar dari Unpar kita membawa nama almamater bukan diri sendiri atau organisasi. Dari segi kemahasiwaan serta kurikuler sudah bagus, masalahnya hanya kebutuhan mahasiswa yang belum dipenuhi secara menyeluruh.

Apakah masa kampanye terganggu dengan adanya pembangunan?

 G: Sebenarnya yang kami pertanyakan bukan terkait gangguan,namun mengenai kenapa GSG dirobohkan tanpa ada informasi kepada mahasiwa. Mahasiswa itu sederajat dengan pihak universitas dan berhak memberi aspirasi serta masukan,namun mengapa tidak diberi wadah untuk itu? Kita bisa menyuarakan suara kita agar hal ini tidak terjadi lagi.

Pandangan tentang kemahasiswaan?

A : LKM sekarang sudah jauh lebih hadirwalaupun belum terasa sepenuhnya. Inilah yang menjadi kekurangan, yang harus diekmbangkan adalahbagaimana caranya agar LKM dapat lebih terasa kehadirannya oleh semua mahasiwa. Kemudian yang bisa lebih dikembangkan lagi adalah seperti sistem rekruitmen,tidak hanya berkualitas tapi juga berkomitmen, mau bekerja, dan mau belajar.

G: Proker dan fungsi yang sudah adasebenarnya sudah baik, tapi bagi kami harus ada peningkatan di bidang penyejahteraan. Perlu ditingkatkan agar seluruh elemen Unpar itu merasakan proses yang menyeluruh termasuk di dalamnya MPM , HMPS, dan UKM. Selain itu, menurut kami yang harus ditingkatkan adalah manfaat dan fungsi dari proker LKM itu sendiri. Setiap pekerjaannya harus dipikirkan apakah akan bermanfaat nyata terhadap mahasiwa, serta harus efisien dan jelas.

Tanggapan mengenai struktur baru PM Unpar (adanya KDM dan usulan SMF) ?

A: Ketika berbicara mengenai struktur dan birokrasi secara teori, sudah bagus karena tidak ada dwifungsi lembaga. Semuanya sudah ada sejajar seperti trias politka murni di Indonesia. Kedepannya kita juga harus melihat apakah efektif dan tepat sasaran atau apakah justru mengganggu. Kita sangat mengapresiasi perubahan yang sesuai dengan teori-teori yang ada dan berusaha menyelesaikan dengan semestinya. SMF dan MPM hanya permasalahan nama, yang penting adalah manfaatnya. Ketika mahasiswa mempunyai masalah di tingkat universitas tidak dipersulit birokrasi. Menurut kami mahasiwa harus tetap dapat menyampaikan aspirasinya baik dalam tingkat fakultas maupun universitas.

G: Sekarang sudah ada trias politika murni sehingga kerjanya lebih jelas. Jangan sampai kita jadi pecah dalam arti ada fungsi yang lebih besar dari pada yang lainnya. Dalam penetapan fungsi kita harus melakukan musyawarahbersama seluruh komponen yang terlibat untuk mengkoordinasi fungsi ini. Tujuannya agar fungsinya tidaktumpang tindih dan tidak memberatkan.

Bagaimana tentang dana kampanye?

A: Dana yang kami pakai dari pribadi kami sendiri khusus dari saya dan Gema. Total untuk kampanye berkisar 1,4-1,7 juta.

 

VINCENT FABIAN

 

 

Related posts

*

*

Top