Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan Optimis Target Proposal PKM September Tercapai

Unpar/ dok. MP Unpar/ dok. MP

STOPPRESS MP, UNPAR Menjelang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bulan September, Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan yakin mahasiswa dapat memenuhi target proposal yang direncanakan. Mereka yang terlibat dalam target itu meliputi program studi (prodi), Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM), Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), himpunan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

“Saya sangat optimis bisa terkumpul banyak (red. proposal) sekarang. Saya akan monitor terus menerus dari UKM, prodi, himpunan, dan MPM,” ucap Paulus Sukapto selaku Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan saat diwawancarai di kantornya lantai tiga Gedung Rektorat pada Selasa (23/8) lalu.

Tentang target proposal itu, Paulus mengaku sudah berdiskusi dengan pihak kemahasiswaan terkait. Diskusi tersebut menghasilkan kesepakatan target proposal masing-masing lembaga, meskipun belum diketahui tenggat waktu pengumpulannya.

Bagi program studi dan MPM, target proposal yang disepakati berjumlah sepuluh. LKM dan masing-masing himpunan mendapat target sebanyak tiga proposal sedangkan tiap UKM memperoleh target satu proposal. “Kalau menurut aku ini mudah lah ya. Banyak sekali mahasiswa Unpar yang hebat sehingga mudahlah membuat proposal. Satu prodi membuat sepuluh proposal. Kecilah itu,” ucap Paulus.

Berkaitan dengan penggarapan proposal, Johanna Hariandja selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) menjelaskan bahwa proposal yang diterima akan melalui review internal. Tujuannya untuk menyaring semua proposal yang masuk bilamana proposal tersebut layak diteruskan atau tidak untuk dilanjutkan sehingga belum tentu semua proposal yang diajukan dapat diikutsertakan.

Dalam proses penggarapannya, mahasiswa juga akan didampingi oleh seorang dosen. Johanna pun menjelaskan bahwa tidak ada kompetensi tertentu bagi dosen pendamping. Namun, dosen tersebut setidaknya  sudah memiliki jabatan fungsional dan berkompeten di bidangnya.

Untuk FTI sendiri, pada tanggal 2 September mendatang akan diselenggarakan sosialisasi PKM. Johanna mengatakan bahwa sosialisasi itu bertujuan agar informasi PKM dapat tersampaikan ke mahasiswa dan dosen yang akan mendampingi. “Saya undang semua untuk datang agar satu persepsi dan juga teknis pembuatan proposal dapat langsung dijelaskan,” ucapnya.

PKM merupakan salah satu program Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Ditjen DIKTI untuk meningkatkan kualitas peserta didik di perguruan tinggi. PKM juga terdiri dari tujuh bidang kegiatan dan terbagi ke dalam dua waktu pelaksanaan.

PKM di bulan September mendatang terdiri dari PKM penerapan teknologi, penelitian, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, dan karsa cipta. Sebelumnya, di bulan April, Unpar telah mengirimkan 47 proposal PKM yang terdiri dari gagasan tertulis dan artikel ilmiah. Dari 47 proposal yang dikirimkan, 22 diantaranya berasal dari FTI.

VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top