Wajah Nusantara 2018: Pagelaran Tari Tradisional Nuansa Perjuangan

Penampilan dari UKM Listra dalam acara Wajah Nusantara. dok./MP

STOPPRESS, MP – Acara tahunan UKM Listra, Wajah Nusantara (Wanus), kembali diadakan tahun ini pada Minggu (12/8) di selasar gedung PPAG. Bertemakan “Gelar Pamit Pesta, Rasa, dan Dansa”. Acara ini diadakan untuk melepas keberangkatan tim misi budaya ke Yunani serta memberikan kesempatan bagi anak-anak Listra untuk tampil di depan orang banyak, jelas Maureen Priscilla selaku ketua pelaksana Wanus 2018.

Pagelaran tari tradisional Wanus 2018 yang menampilkan lima jenis tarian, bertemakan perjuangan sehubungan dengan nuansa perjuangan kemerdekaan di bulan Agustus. “Ada Rampa Kendang, Reang Penjingkrak, Gondewa (dari Sunda). Kalau Acehnya ada Saman, dan tarian dari Papua. Kita sekarang ada kurang lebih lima materi,” ujar Rizal Sayjulfianur selaku pelatih Listra. Sisi perjuangan dalam tarian tidak hanya terwujud dalam tarian perang saja yang tergambar dalam tarian dari Papua dan Tari Gondewa, tetapi juga melalui tari perjuangan seorang petani seperti Raya Penjingkrak, Rampak Kendang, dan Saman, tambah Rizal.

Selain pagelaran tari, acara Wanus kali ini juga menyertakan festival kuliner tradisional disepanjang selasar PPAG. “(Kami) Lebih fokus ke pagelaran tari tradisional, ada yang pake live music, ada yang pake tape, sama ada sedikit festival kuliner tradisional,” ungkap Maureen. Tema Gelar Pamit Pesta, Rasa dan Dansa diambil dengan mengartikan kata ‘pesta’ terhadap rasa bersyukur karena Listra kembali melakukan misi budaya, kata ‘rasa’ mewakili setiap stand bazaar kuliner, dan kata ‘dansa’ merujuk pada pertunjukan dari Listra itu sendiri, tambah Maureen.

Acara Wajah Nusantara 2018 tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, tetapi juga orang tua mahasiswa yang diundang sehubungan dengan adanya rangkaian pelepasan bagi mahasiswa yang dikirim ke Yunani. “Kan ini mau ke Yunani (misi budaya), pengen lihat aja sih (rangkaian acara pelepasan),” ujar Risma, salah satu orang tua mahasiswa LISTRA. Maureen menjelaskan dengan diadakan acara Wanus 2018, diharapkan rasa cinta budaya penonton bisa meningkat sekaligus melestarikan budaya itu sendiri. Selain itu, melestarikan budaya juga bisa dengan cara mengikuti UKM Listra atau sanggar budaya di luar, tambah Maureen.

Misi Budaya adalah salah satu program kerja Listra yang mempromosikan budaya Indonesia lewat tari dan musik tradisional di kancah internasional. Dalam misi budaya tahun ini Listra memberangkatkan tim ke Yunani.

JESSICA WINARTO

Related posts

*

*

Top