Visi Membangun si Anak Rantau

Media Parahyangan (MP) – Sepanjang minggu ini sinar matahari yang terik dan menyilaukan mata hamper selalu menghiasi hari, kondisi kampus UNPAR terasa sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Bukan karena cuacanya, namun karena atribut kampanye yang bertebaran di sekeliling lingkungan kampus.

Ya, PUPM alias Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa UNPAR kembali diadakan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kandidat Presma dan Capresma selalu menjadi fokus perhatian kalangan mahasiswa. Karena mereka melakukan kampanye ke seluruh daerah kampus UNPAR, berbeda dengan jabatan lain yang hanya terbatas di Fakultas masing-masing. Tujuannya Cuma satu, agar terpilih menduduki jabatan di organisasi kemahasiswaan UNPAR, yaitu LKM dan MPM.

Perhatian saya tertuju kepada salah satu kandidat. Kandidat yang memiliki nomor urut 1, mereka mengusung tema ‘Build Up!.’ Mereka adalah Faozan Gea (Administrasi Publik tahun 2008) pria kelahiran Nias, 13 Maret 1988, sebagai calon presiden mahasiswa. Pasangannya adalah Nicolaus Ardiyanto Pramono (Hubungan Internasional 2009), kelahiran Yogyakarta 03 Agustus 1991. Kedua pasangan dari rantau ini cukup menyita perhatian karena publikasi mereka yang terlihat ‘berbeda’ dengan kandidat nomor 2, Bobby dan Petra. Tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang mereka, saya pun mewawancara mereka di sekitar gedung Teknik Sipil di sela-sela sesi orasi mereka.

“Saya optimis,” jawab Faozan dengan lugas. “Keinginan saya untuk maju bertarung ke dalam pemilihan Presiden Mahasiswa karena saya ingin memajukan LKM, dan saya ingin mengembangkan potensi diri saya.” Lanjut Faozan, yang kini masih tercatat sebagai koordinator siaga UKM Korgala dan anggota Bela Negara. Faozan pun tercatat sebagai salah satu anggota Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik periode 2009-2010. Sejumlah pengalaman berorganisasi itu pula yang menjadi modal Faozan-Ardi untuk maju dalam bursa Presma dan Cawapresma ini. ”dari awal masuk kuliah saya sudah aktif di dalam himpunan serta kegiatan lain di UKM seperti KORGALA dan Bela Negara, sehingga saya termotivasi untuk mengembangkan diri dengan cara mencalonkan diri sebagai capresma periode 2011/2012” Tambah Faozan.

Ketika ditanya kenapa memilih Ardi, sapaan akrab sang cawapresma, Faozan menjawab, “Saya cocok dengannya, kami satu pemikiran.” Ia bercerita bahwa mereka bertemu dalam keorganisasian, kebetulan Ardi juga menjadi ketua UKM Karate, sehingga mereka cukup intens berinteraksi. Merasa sudah mengetahui sepak terjang ardi, akhirnya faozan memutuskan mengajak ardi umtuk menjadi wakilnya dalam pemilihan ini.

“Kami merasa LKM kini masih belum mampu menjalankan peran sepenuhnya sebagai organisasi yang memaksimalkan potensi mahasiswa. Padahal, LKM mampu menjadi media optimalisasi tersebut.” Ucap Faozan. Tidak hanya untuk memaksimalkan potensinya, Ardi menambahkan juga bahwa mereka ingin membuat LKM menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa, ”Saya ingin mengembangkan karakter mahasiswa sesuai dengan karakternya melalui LKM sebagai salah satu sarananya.” Tambah Ardi melengkapi jawaban Faozan.

Faozan mengatakan untuk meningkatkan minat berorganiasi, maka organisasi mahasiswa harus mampu menjadi wadah bagi mahasiswa UNPAR, dan menurut mereka, LKM memiliki peran sentral, karena memiliki privilese dalam hal hubungan dengan universitas. Ketika ditanya tentang misinya sebagai capresma, dia juga berharap dan memiliki visi untuk dapat mengembangkan LKM yang terbuka bertanggung jawab dan mampu bersinergi dengan universitas sebagai pengembangan karakter mahasiswa berdasarkan semangat UNPAR, seperti yang diucapkan dalam visi mereka, Mengembangkan LKM secara terbuka dan bertanggung jawab, bertanggung jawab dan dapat bersinergi dengan Universitas sebagai sarana pengembangan karakter mahasiswa berdasarkan semangat Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti.” Ketika ditanya tentang peluangnya atas kandidat nomor 2, Bobby dan Petra, dia merasa optimis dalam pemilihan ini dia merasa peluangnya cukup terbuka lebar, “Saya optimis,” ucap Faozan. “Kami bersaing dengan sehat, saya menghormati mereka.” Tambah Ardi menimpali.

Di akhir perbincangan, Faozan menceritakan kesan-kesannya selama 3 hari pada masa kampanye Fauzan dan ardi berorasi di sekitar lingkungan kampus mengkampanyekan visi misinya, mereka merasa cukup puas dan maksimal dalam berkampanye, meskipun terkadang kurang adanya antusias di beberapa titik kampanye dikarenakan adanya jam kuliah. Sejauh ini faozan mengatakan bahwa persiapan mereka sudah matang bersama tim kampanyenya untuk debat kandidat tanggal 13 April dan pemilihan pada tanggal 28 april nanti. “Saya merasa sudah melakukan yang maksimal pada masa orasi, saya berharap visi dan misi kami mampu menarik minat mahasiswa untuk memilih kami,” ucap Faozan. “Saya hanya berharap semoga yang menang adalah yang terbaik secara kualitas, bukan hanya karena kuantitas,” tambah Ardi sebagai penutup perbincangan kami di hari yang terik itu.

(Laurel Laras)

Media Parahyangan (MP) – Sepanjang minggu ini sinar matahari yang terik dan menyilaukan mata hamper selalu menghiasi hari, kondisi kampus UNPAR terasa sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Bukan karena cuacanya, namun karena atribut kampanye yang bertebaran di sekeliling lingkungan kampus.

Ya, PUPM alias Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa UNPAR kembali diadakan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kandidat Presma dan Capresma selalu menjadi fokus perhatian kalangan mahasiswa. Karena mereka melakukan kampanye ke seluruh daerah kampus UNPAR, berbeda dengan jabatan lain yang hanya terbatas di Fakultas masing-masing. Tujuannya Cuma satu, agar terpilih menduduki jabatan di organisasi kemahasiswaan UNPAR, yaitu LKM dan MPM.

Perhatian saya tertuju kepada salah satu kandidat. Kandidat yang memiliki nomor urut 1, mereka mengusung tema ‘Build Up!.’ Mereka adalah Faozan Gea (Administrasi Publik tahun 2008) pria kelahiran Nias, 13 Maret 1988, sebagai calon presiden mahasiswa. Pasangannya adalah Nicolaus Ardiyanto Pramono (Hubungan Internasional 2009), kelahiran Yogyakarta 03 Agustus 1991. Kedua pasangan dari rantau ini cukup menyita perhatian karena publikasi mereka yang terlihat ‘berbeda’ dengan kandidat nomor 2, Bobby dan Petra. Tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang mereka, saya pun mewawancara mereka di sekitar gedung Teknik Sipil di sela-sela sesi orasi mereka.

“Saya optimis,” jawab Faozan dengan lugas. “Keinginan saya untuk maju bertarung ke dalam pemilihan Presiden Mahasiswa karena saya ingin memajukan LKM, dan saya ingin mengembangkan potensi diri saya.” Lanjut Faozan, yang kini masih tercatat sebagai koordinator siaga UKM Korgala dan anggota Bela Negara. Faozan pun tercatat sebagai salah satu anggota Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik periode 2009-2010. Sejumlah pengalaman berorganisasi itu pula yang menjadi modal Faozan-Ardi untuk maju dalam bursa Presma dan Cawapresma ini. ”dari awal masuk kuliah saya sudah aktif di dalam himpunan serta kegiatan lain di UKM seperti KORGALA dan Bela Negara, sehingga saya termotivasi untuk mengembangkan diri dengan cara mencalonkan diri sebagai capresma periode 2011/2012” Tambah Faozan.

Ketika ditanya kenapa memilih Ardi, sapaan akrab sang cawapresma, Faozan menjawab, “Saya cocok dengannya, kami satu pemikiran.” Ia bercerita bahwa mereka bertemu dalam keorganisasian, kebetulan Ardi juga menjadi ketua UKM Karate, sehingga mereka cukup intens berinteraksi. Merasa sudah mengetahui sepak terjang ardi, akhirnya faozan memutuskan mengajak ardi umtuk menjadi wakilnya dalam pemilihan ini.

“Kami merasa LKM kini masih belum mampu menjalankan peran sepenuhnya sebagai organisasi yang memaksimalkan potensi mahasiswa. Padahal, LKM mampu menjadi media optimalisasi tersebut.” Ucap Faozan. Tidak hanya untuk memaksimalkan potensinya, Ardi menambahkan juga bahwa mereka ingin membuat LKM menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa, ”Saya ingin mengembangkan karakter mahasiswa sesuai dengan karakternya melalui LKM sebagai salah satu sarananya.” Tambah Ardi melengkapi jawaban Faozan.

Faozan mengatakan untuk meningkatkan minat berorganiasi, maka organisasi mahasiswa harus mampu menjadi wadah bagi mahasiswa UNPAR, dan menurut mereka, LKM memiliki peran sentral, karena memiliki privilese dalam hal hubungan dengan universitas. Ketika ditanya tentang misinya sebagai capresma, dia juga berharap dan memiliki visi untuk dapat mengembangkan LKM yang terbuka bertanggung jawab dan mampu bersinergi dengan universitas sebagai pengembangan karakter mahasiswa berdasarkan semangat UNPAR, seperti yang diucapkan dalam visi mereka, Mengembangkan LKM secara terbuka dan bertanggung jawab, bertanggung jawab dan dapat bersinergi dengan Universitas sebagai sarana pengembangan karakter mahasiswa berdasarkan semangat Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti.” Ketika ditanya tentang peluangnya atas kandidat nomor 2, Bobby dan Petra, dia merasa optimis dalam pemilihan ini dia merasa peluangnya cukup terbuka lebar, “Saya optimis,” ucap Faozan. “Kami bersaing dengan sehat, saya menghormati mereka.” Tambah Ardi menimpali.

Di akhir perbincangan, Faozan menceritakan kesan-kesannya selama 3 hari pada masa kampanye Fauzan dan ardi berorasi di sekitar lingkungan kampus mengkampanyekan visi misinya, mereka merasa cukup puas dan maksimal dalam berkampanye, meskipun terkadang kurang adanya antusias di beberapa titik kampanye dikarenakan adanya jam kuliah. Sejauh ini faozan mengatakan bahwa persiapan mereka sudah matang bersama tim kampanyenya untuk debat kandidat tanggal 13 April dan pemilihan pada tanggal 28 april nanti. “Saya merasa sudah melakukan yang maksimal pada masa orasi, saya berharap visi dan misi kami mampu menarik minat mahasiswa untuk memilih kami,” ucap Faozan. “Saya hanya berharap semoga yang menang adalah yang terbaik secara kualitas, bukan hanya karena kuantitas,” tambah Ardi sebagai penutup perbincangan kami di hari yang terik itu.

Related posts

*

*

Top