(Video Interview) Wawancara Media Parahyangan Dengan Romo Setyo – Etika Politik Albert Camus

Interview MP, Unpar – Romo A. Setyo Wibowo adalah Ketua Program studi Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakara. Ia mendapat gelar Doktor Filsafat dari Universitas Sorborne melalui disertasinya yang membahas Platon.

Media Parahyangan berkesempatan untuk mewawancarai Romo Setyo seusai acara diskusi filsafat Festival 100th Albert Camus. Pada seri diskusi festival kali ini, Romo Setyo hadir sebagai pembicara dalam diskusi yang membahas etika politik menurut perspektif Albert Camus.

Etika Politik menurut Albert Camus adalah perjuangan yang berbasiskan solidaritas kemanusiaan. Pemberontakan tanpa akhir untuk mengafirmasi eksistensi manusia itu sendiri, dan perjuangan tanpa pengharapan.

Yang melatarbelakangi etika politik Albert Camus menurut Romo Setyo adalah refleksi Camus dari kehidupannya. Hidupnya yang diliputi dengan kemiskinan, hidup di tanah penjajahan yang menimbulkan resistensi terhadap orang Prancis dan juga kondisi badannya sendiri, sebagai orang sakit yang menderita Tuberculosis (TBC), sehingga kematian selalu menjadi horizon hidupnya.

Tapi hal tersebut tidak membuat dia jatuh atau patah semangat. Ia melihat semua hal tersebut sebagai sebuah absurditas, rutinitas hidup yang terus berulang. Dan ia memberontak terhadap absurditas tersebut. Ia mentransformasi situasinya, mengolah hal tersebut menjadi semacam kreasi, karya sastra. Lalu membuat orang lain tergerak untuk membuat sikap yang sama seperti Camus, positif terhadap kehidupan.

Sebagai seorang seniman, sulit untuk mencari solusi praktis dari pemikiran Camus mengenai kontribusi politik masyarakat kepada negaranya. Bukan pada level teori absurditas Camus. Tapi bagaimana kita membaca karya Camus, melihat sikapnya dalam kehidupan yang terus berjuang dalam rutinitas hidup, dan kita dapat mencari kebijaksanaan yang serupa.

Politik yang didambakan oleh Camus dalam konteks bernegara adalah politik yang memberikan ruang terhadap keseluruhan aktifitas masyarakatnya.

Reporter       : Eky Alkautsar

Video            : Harish Alfarizi

Related posts

*

*

Top