(Video Interview) Wawancara Media Parahyangan Dengan Oce Madril (PUKAT) – Mahasiswa Melawan Korupsi

MP Interview - Oce Madril direktur Pukat- Tren Korupsi Lembaga Pendidikan / Charlie MP Interview - Oce Madril direktur Pukat- Tren Korupsi Lembaga Pendidikan / Charlie

Oce Madril adalah seorang ahli hukum tata negara yang saat ini menjabat sebagai direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT), yaitu sebuah lembaga di bawah naungan Universitas Gajah Mada (UGM) yang bergerak di bidang pemantauan tindak pidana korupsi. Oce Madril adalah alumnus Fakultas Hukum UGM yang lulus pada tahun 2007 dan telah menyelesaikan program S-2 nya di Jepang pada tahun 2011. Selain menjabat direktur PUKAT, saat ini ia juga menjabat sebagai direktur Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UGM. Media Parahyangan berkesempatan mewawancarainya setelah ia menjadi pembicara di sebuah seminar Pemantauan Korupsi di Fakultas Hukum pada rabu, 27 November 2013.

Cuplikan Wawancara:

Menurut Oce Madril mahasiswa adalah bagian dari gerakan sosial, yang diharapkan mampu mewakili masyarakat. Dalam pergerakan masa kini, membangun basis gerakan sosial di masyarakat adalah yang dapat dilakukan mahasiswa. Membangun basis gerakan sosial itulah yang sebenarnya tidak dapat dilakukan oleh LSM dan dapat dilakukan mahasiswa. Modal mahasiswa adalah relatif mempunyai kekuatan besar secara kuantitas serta kedudukannya terlepas dari berbagai macam kepentingan dan permintaan funding.

Mahasiswa itu bebas. Itulah modal awal bagi mahasiswa untuk masuk ke isu korupsi ini yang merupakan isu yang sangat penting di bangsa Indonesia kini. Di tengah banyaknya inisiator gerakan lain seperti LSM, ormas dan media, dan dengan berbagai jenis gerakan, Mahasiswa harus mampu mengambil posisi yang paling pas sesuai kapstias dan pilihan gerakan yang paling pas”.

Mahasiswa harus menemukan jati dirinya di tengah berbagai gerakan lain yang berkembang. Mahasiswa masih diharapkan oleh masyarakat untuk mengawal perubahan karena mahasiswa punya potensi untuk mengawal perubahan dengan cara-cara yang tidak dapat dilakukan gerakan lain.

…..

Dalam hal upaya pemberantasan korupsi, banyak hal yang dapat dilakukan mahasiswa seperti mengawal kasus, berkontribusi dalam data sampai  melakukan investigasi a la mahasiswa. Hal-hal itulah yang sangat mungkin dilakukan mahasiswa dalam mengawal kasus korupsi terutama korupsi di lingkup terdekat.

Ia juga menekankan bahwa bentuk advokasi tidak melulu jalur litigasi. Advokasi sosial dapat dilakukan dalam bentuk pembinaan masyarakat seperti pemberian  pendidikan, asistensi dan pemberian pemahaman kepada masyarakat dalam mengahadapi kasus. Advokasi sosial inilah yang harusnya menjadi lahan kerja mahasiswa dan kampus sebagai bentuk Tri dharma nya.

Dalam hal ini, Oce Madril mengatakan bahwa Keberhasilan mahasiswa bukan dilihar dari putusan pengadilan, tapi keberhasilan mahasiswa adalah meningkatkan awareness masyarakat, yang tidak tahu jadi tahu.

“Mahasiswa harus memenuhi panggilan sejarah kalau tidak mahasiswa akan ditinggalkan oleh gerakan lain”

– Oce Madril

 

Reporter    : Lintang Setianti

Video           : Charlie Albajili

 

Related posts

One Comment;

  1. Steven Widyatmadja said:

    Mahasiswa memang salah satu elemen yang paling kuat dalam menjaga keberjalanan pemerintahan. Tapi kalau dalam isu pengawalan korupsi, mahasiswa sendiri masih banyak yang melakukan tindak korupsi dalam sehari-harinya. Seberapa banyak mahasiswa yang mengharamkan tindakan mencontek dan titip absen? Berapa banyak mahasiswa yang memilih untuk tidak colongan menyempurnakan tugas ketika tenggat waktu sudah habis?

    Sebelum mengkritik para koruptor, semoga kita mahasiswa sudah sadar dengan sendirinya untuk tidak bertindak korupsi dalam keseharian.

    Nice work, Linss

*

*

Top