Veteran Pejuang dan Pembela Kemerdekaan RI Hadiri Dialog Kebangsaan PSP

Suasana Dialog Kebangasaan yang berlangsung di GSG Selasa (28/10). MP/ Vincent Fabian Suasana Dialog Kebangasaan yang berlangsung di GSG Selasa (28/10). MP/ Vincent Fabian

STOPPRESS MP, UNPAR – Dialog Kebangsaan dengan tema “Bagaimana Peran Anak Muda Membangun Bangsa Indonesia” yang diselenggarakan sebagai rangkaian acara Pekan Sumpah Pemuda (PSP) pada Selasa (28/10) di Gedung Serba Guna UNPAR dihadiri oleh sejumlah Veteran Pejuang dan Pembela Kemerdekaan RI.

“Acara ini harus berlanjut. Jangan berhenti disini saja, sudah baik sekali dengan adanya dialog ini. ,” ucap T.M. Solihin selaku Ketua DPC (Dewan Perwakilan Cabang) LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) Bandung Barat sewaktu ditemui saat jam istirahat di GSG. “Saya sangat mendukung karena harusnya begini (diskusi.red). Tapi ruang lingkupnya jangan mahasiswa saja, kalau perlu generasi muda seperti dulu ada KNPI dan sebagainya,” kata Solihin.

H.R.R. Wikusumah selaku wakil ketua DPD LVRI Jawa Barat berpesan, “Kalau bisa, kalian meniru generasi tua yang berjuang berdasarkan JSN (Jiwa Semanagat Nilai 45). Itu adalah suatu nilai yang sangat bagus sehingga dijadikan nilai intrinsik sekarang dalam nilai-nilai yg terdapat dalam proklamasi 1945 dan UUD 45. Itulah yang menjadikan dasar bagi kita berjuang tanpa pamrih.”

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa makam-makam para pahlawan yang hari ini ada itu sebagai bukti bahwa mereka sudah berjuang untuk kemerdekaan dan mengharapkan generasi muda untuk meneruskannya. Terkait dengan kata meneruskan, T.M. Solihin menjelaskan, “Penerus sebagai yang meluruskan karena kalo meneruskan nanti malah meneruskan yang salah, jadi harus diluruskan yang salah itu.”

Ernest Christian Layman (TI 2011) selaku Wakil Presiden Mahasiswa menjelaskan tujuan acara ini untuk meningkatkan kesadaran pemuda. “Setelah itu perumusan bareng tentang apa sih ke depannya sebagai pemuda untuk regional Bandung,” kata Ernest. Kemudian menurutnya kontribusi para pemuda sebagai agen perubahan bisa nyata ada dan bisa dimpelementasikan.

Terkait dengan dialog ini, Sylvester Kanisius Laku selaku ketua panitia menjelaskan bahwa petemuan nasional anak muda itu terhenti di Kongres Sumpah Pemuda II setelah itu belum ada lagi sejak 86 tahun. “Saya pikir ini hanya titik awal saja kenapa ktia tidak bisa membuat sebuah event yang lebih besar degan mengundang anak muda tidak hanya dari Bandung tapi dari seluruh Indonesia,” ucapnya. Hal ini agar semua anak Indonesia berkumpul di situ memanifesokan pergerakkan Indonesia ke depan.

Dialog Kebangsaan ini dihadiri oleh sejumlah BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dari Universitas Padjajaran, Maranatha, Pasundan, dan UNISBA .Tidak hanya BEM, GMKI (Gerakkan Mahasiswa Kristen Indonesia) , sejumlah mahasiswaUNPAR, dan dosen MKU (Mata Kuliah Umum) juga menghadiri dialog ini. Di akhir dialog, sebuah manifesto dibentuk untuk merangkum hasil dari dialog tersebut.

Veteran yang hadir pada dialog itu dibedakan menjadi dua. Veteran PKRI (Pejuang Kemerdekaan Indonesia) yang bertugas sewaktu perang kemerdekaan 1945-1949 dan Veteran Pembela yang bertugas pada pembebasan Irian Barat (TRIKORA), perang di Kalimantan, dan perang Timor-Timur.

VINCENT FABIAN/ ADYTIO NUGROHO

Related posts

*

*

Top