Unpar Tolak Pemasangan Kabel Jaringan dan Listrik Pos Parkir

Tanpa kabel jaringan, Petugas boks Parkir Secure Parking bekerja dengan tiket manual dan lilin. Dok/MP Tanpa kabel jaringan, Petugas boks Parkir Secure Parking bekerja dengan tiket manual dan lilin. Dok/MP

STOPPRESS MP, Unpar-Penolakan yang dilakukan Unpar terkait pemasangan kabel jaringan dan listrik pos parkir menyebabkan beberapa pos parkir menggunakan sistem manual dan tidak mendapatkan penerangan. Ketua Kebersihan, Keamanan, dan Ketertiban (K3) menyatakan bahwa surat pengajuan pemasangan kabel jaringan dan listrik dari Secure Parking sudah diterima, hanya saja angka biaya pemasangannya tinggi.

“Menurut kami itu bukan tanggung jawab kami lagi. Karena kan kontrak  (red. MOU) bentar lagi juga selesai (red. berakhir di Februari 2017),” ucap Ignasius Susanto selaku ketua K3 di Biro Umum Teknik (BUT) yang diwawancara pada 14 November 2016.

Santo juga menambahkan bahwa pemasangan itu seharusnya dilakukan oleh pihak secure parking sendiri. “Masa kita mau ikut ke mereka. Kan meraka yang memasang sendiri dong. Mereka yang punya karyawan,” ucapnya.

Selain itu, Santo juga menyayangkan permasalahan kabel jaringan itu. Ia menilai kondisi itu rentan terjadi kebocoran dari uang parkir. “Kenapa gak computerized, itu kan bisa ada kebocoran. Potensinya sangat tinggi. Sekarang siapa yang mengawasi di loket ketika semua manual,” ucapnya.

Selain itu, Rudi selaku Car Parking Manager mengungkapkan bahwa sejak 5 September 2016 mereka harus memindahkan pos Secure Parking yang ada di depan ke Pusat Pembelajaran Arntz Geise (PPAG). Hanya saja sampai hari ini, pemindahan pos Secure Parking sudah dilaksanakan, tetapi tidak terpasang kabel jaringan.

“Jadi beban saya gini, kan kalau pindah pos, itu otomatis pindah kabel jaringan sama kabel listrik. Nah itu kita minta PPS itu pengajuan pemasangan kabel listrik cuma belum disetujui  manajemen jadinya ya kita gak pake sistem,” ujar Rudi. Ia juga mengungkapkan bahwa mereka memakai sistem manual sampai sekarang (red. 6 Oktober 2016) dan tidak mendapatkan jaringan listrik pada pos Secure Parking di PPAG dan parkiran Hukum.

Namun, keadaan pos parkir yang tanpa listrik ini tidak mengakibatkan kendala yang berarti, Rizaldi salah satu penjaga pos secure parking mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki kendala apapun dalam menjalankan sistem manual ini. Hal ini dikarenakan ia dan pihak Secure Parking telah berkomunikasi terlebih dahulu mengenai sistem manual ini.

Ditempat terpisah Ray Andrew (Hukum 2012) menyarankan untuk dipasangnya lampu sementara di pos terkait. Serta untuk buku parkir Unpar sebaiknya membantu untuk menyediakan karena hal ini untuk kepentingan Unpar juga dan itu semua tetap harus sesuai dengan perjanjian antara pihak Secure Parking dan Unpar.

Pemindahan pos parkir telah dilakukan sejak bulan September menyusul acara Sore Bersama (Sobers) yang membahas masalah ketersediaan parkir. Pos parkir pintu masuk Gedung 10 dipindahkan ke PPAG dan sebelah kantor Secure parking selantai dengan Gedung 10 lantai 2. Selain itu, pos parkir pintu masuk Ciumbuleuit dipindahkan ke sebelah pohon Hukum. Sampai saat ini, pos yang dipindahkan tidak tersambung dengan listrik dan menggunakan tiket manual.

JONATHAN SIHALOHO | FIQIH RIZKITA

Related posts

*

*

Top