UNPAR Tambah Bus Baru Seharga 1 Milyar

STOPPRESS Kamis (02/12), UNPAR menambah satu unit bus seharga Rp. 1,025 Milyar. Pengadaan ditujukan untuk proses pengembangan mahasiswa.

“Ini catet ya, bus ini 75 – 85% untuk mendukung proses pengembangan mahasiswa,” tutur Adam, staf Biro Sarana dan Prasarana (BSP) yang ditemui Stoppress pada Kamis (2/12) kemarin. Adam menambahkan, awalnya harga yang ditawarkan pihak dealer untuk bus sebesar Rp. 1,019 Milyar, dan harga final yang disepakati Rp. 1,025 Milyar. Tambahan harga dialokasikan untuk pemantapan interior bus, seperti pergantian jok, pendingin, dan lain-lain. “Ini juga sudah mencakup biaya-biaya lain seperti management fee,” tambah Adam.

Bus Mercedez-Benz berkapasitas 43 penumpang ini sekarang dalam proses pengurusan BPKB dan direncanakan akan tiba di UNPAR minggu depan. “Kini sedang mengurus dengan agen dari mercy (untuk BPKB)” kata Setyarso, staf BSP lainnya.

Proses pembelian bus dimulai awal Juni, sejak dikirimkannya surat penawaran salah satu dealer, PT Citrakarya Pranata, “Ini berawal dari usulan BAAK (Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan), karena diprediksi permintaan mahasiswa (untuk memakai bus – red) akan tinggi,” tambah Setyarso.

Tidak semua mahasiswa setuju penambahan bus yang mulai beroperasi pada awal semester depan ini. Ada yang mengatakan bahwa pembelian bus baru ini pemborosan “Mubazir, karena ga setiap mahasiswa make, dan ujung-ujungnya ga kepake dan malah disewain. Jadi, tergantung ini untuk kepentingan siapa dulu? ” kata Rama, dari Unit Kegiatan Mahasiswa Satre. Ia berpendapat bahwa selama ini bus UNPAR lebih sering dipergunakan untuk keperluan dosen dan lain-lain  “Lebih baik uang transport (untuk kegiatan – red) saja yang ditambahin.” tambahnya.

BSP sendiri kedepan sudah merencanakan sejumlah perbaikan fasilitas. Seperti penjualan mobil-mobil operasional yang sudah tua, untuk kemudian diganti dengan yang baru. (MF)

Related posts

3 Comments

  1. Pingback: Tweets that mention Media Parahyangan » UNPAR Tambah Bus Baru Seharga 1 Milyar -- Topsy.com

  2. Noah said:

    “Ini catet ya, bus ini 75 – 85% untuk mendukung proses pengembangan mahasiswa,”
    Sisa 15%-25% untuk?

    “Mubazir, karena ga setiap mahasiswa make, dan ujung-ujungnya ga kepake dan malah disewain.”
    Benar tidak semua mahasiswa akan menggunakan, tetapi sampai disewakan? Saya tadinya mengira bahwa walau tidak semua mahasiswa menggunakan bus, tidak akan sampai perlu disewakan karena tidak ada (UKM, dan organisasi mahasiswa lain) yang menggunakan.
    Apakah izin menggunakannya terlalu sulit? Hanya mudah bagi UKM-UKM tertentu? e.g Paduan Suara

    1 miliar bukan jumlah uang yang kecil.
    Kalau izinnya susah (baca: dipersulit) sehingga banyak kelompok mahasiswa resmi yang tidak menggunakan, lebih baik kita pikirkan kembali soal pembelian-pembelian bus (dan protes).

    Lalu 1,019 jadi 1,025
    “Tambahan harga dialokasikan untuk pemantapan interior bus, seperti pergantian jok, pendingin, dan lain-lain. “Ini juga sudah mencakup biaya-biaya lain seperti management fee,” tambah Adam.”
    Ini beli baru kan? Bus Mercedes baru?

    Dari harga saya menebak busnya tipe Tourino tetapi akan lebih bagus bila kalian bisa memberitahu tipe busnya dan/atau gambarnya.

    Jika ini beli baru, buat apa “dimantapkan” lagi joknya, pendingin, dan lain-lain?
    http://www2.mercedes-benz.co.uk/content/unitedkingdom/mpc/mpc_unitedkingdom_website/en/home_mpc/bus/home/new_buses/models/touring_coaches/tourino/overview/design.0002.html
    ACnya mau sedingin apa? Joknya mau dilapisi emas?
    Serius apa yang mau “dimantapkan” lagi?
    Management fee? Kata lain untuk uang saku buat si pak Adam dkk?

    -FU-

  3. Ziadyafie said:

    Begini teman-teman Media Parahyangan, Kebetulan saya sendiri adalah salah satu mahasiswa yang ikut dalam mengusulkan bis Unpar. Berdasarkan survei yang pernah diedarkan, Bis Unpar memang dibutuhkan oleh mahasiswa, berhubung bis sebelumnya kecil berkapasitas kurang dari 25 orang, dan tidak mencukupi kebutuhan Universitas dan mahasiswa. Terlihat dari setiap mahasiswa unpar selalu menyewa bis dari luar untuk mengadakan acara keluar unpar. Bis unpar merupakan 1 dari banyak hal yang diperjuangkan mahasiswa untuk fasilitas unpar, kebetulan yang terealisasi baru bis unpar. Jadi yang saya simpulkan adalah bahwa kita syukuri saja apa yang sudah ada dan perjuangkan terus apa yang belum ada di kampus unpar tercinta ini.

*

*

Top