UNPAR Jalankan Vaksinasi Hepatitis Tahap Dua

STOPPRESS MP, UNPAR – Sebagai lanjutan dari program vaksinasi pencegahan wabah Hepatitis A yang telah dilaksanakan pada 6 November lalu, Unpar bekerjasama dengan Rumah Sakit Santo Boromeus kembali mengadakan program vaksinasi massal tahap kedua, bertempat di gedung Rektorat, dimulai pada hari Senin, 14 November 2011.

Dalam peliputan yang dilakukan pada hari Rabu, 16 November 2011, tercatat sebanyak 78 mahasiswa telah divaksinasi oleh tim dokter dan perawat dari Balai Kesehatan Masyarakat RS. Boromeus.

Sri Budi Rahayu, Kepala Pelayanan Kesehatan Masyarakat RS. Boromeus sekaligus salah satu perawat yang bertugas menangani mahasiswa yang melakukan vaksinasi menjelaskan, vaksinasi minggu kedua ini dilangsungkan guna mengakomodir jumlah permintaan vaksinasi dari mahasiswa yang belum berkurang, setelah melihat perkembangan pada vaksinasi tahap pertama seminggu sebelumnya.

“Jumlah rata-rata mahasiswa yang menerima vaksinasi setiap harinya sekitar 70 orang, sedangkan jumlah yang melakukan tes darah di klinik Balai Pengobatan Unpar sekitar 20 hingga 30 orang per hari”, jelas wanita yang akrab disapa Yayuk ini.

Menanggapi beberapa anggapan bahwa pihak kampus terkesan lambat dalam menangani wabah yang menjangkit banyak mahasiswa, beliau tidak sependapat dengan hal itu. “Pihak rumah sakit serta kampus sebenarnya telah mengetahui adanya indikasi wabah sejak awal”, aku beliau.

Sedangkan mengenai perkembangan kedepannya, beliau memberitahukan bahwa vaksinasi massal akan terus dilanjutkan hingga tercapai kuota minimal dari kampus, yakni 500 mahasiswa.

Lalu program yang akan dilakukan sesudahnya antara lain monitoring pasca-vaksinasi massal serta hasil tes darah yang dikumpulkan oleh Balai Pengobatan Unpar, serta evaluasi bersama pihak rektorat guna melanjutkan langkah kedepannya.

(Bajik Assora / Eky Alkautsar)

Related posts

2 Comments

  1. mahasiswi unpar said:

    kalau cuma tau tapi ga ada tindakan lebih lanjut apa yang diharapin? pantasan wabahnya ga putus-putus. payah!

  2. bys said:

    berapa ya keuntungan farmasi penyedia vaksin? jika harga vaksin Rp.100,000 /mhs dan jumlah mahasiswa yang mengikuti program ini 1000 orang mahasiswa maka omzetnya Rp. 100.000.000,- wuidiiih…bisa ajah nih curi kesempatan dalam kesulitan orang lain…..

*

*

Top