Tolak RUU Pilkada, GERPALA Menginap di Halaman Gedung Sate

Aksi GERPALA di halaman Gedung Sate Selasa (23/9). MP/ Veronica Dwi Lestari Aksi GERPALA di halaman Gedung Sate Selasa (23/9). MP/ Veronica Dwi Lestari

STOPPRESS MP, BANDUNG – GERPALA (Gerakan Rakyat Peduli Pilkada Langsung) melakukan aksi menginap di halaman Gedung Sate pada 23-25 September. Aksi ini dimaksudkan untuk menolak RUU (Rancangan Undang-Undang) Pilkada dan mendesak pemerintah Jawa Barat untuk mendukung penolakan terhadap RUU Pilkada.

“RUU Pilkada mengancam kemunduran terhadap perjuangan demokrasi yang kita sudah perjuangkan kemarin sampai hari ini,”  ujar Azhar Hariman anggota Aliansi Rakyat Merdeka Jawa Barat selaku koordinator acara yang ditemui di halaman depan Gedung Sate pada Selasa (23/9).

Menurutnya apabila RUU Pilkada disahkan akan menghambat kader-kader terbaik bangsa ini. Artinya banyak kader atau anak bangsa yang sebenarnya memiliki kemampuan tetapi lahir dari partai kecil dan jika RUU disahkan belum tentu ia dapat terpilih.

Pendidikan politik juga berpengaruh untuk rakyat Indonesia. Dalam Pilkada langsung masyarakat dapat berdisalog langsung, membaca visi misi dan dapat memilih langsung sesuai dengan hati nurani masyarakat masing-masing.

Azhar mengaku merasa prihatin atas kondisi demokrasi di Indonesia saat ini. Sudah bertahun-tahun kedaulatan ada di tangan rakyat pada masa reformasi ini. Ia khawatir jika disahkannya RUU Pilkada ini akan kembali seperti masa orde baru.

Fauzan, Salah satu perwakilan Gerakan Pemuda Islam (GPI)  menyatakan kekhawatirannya terhadap RUU Pilkada. “Saya mengikuti aksi menginap ini karena khawatir RUU Pilkada akan mengancam demokrasi di Indonesia. Gerakan ini adalah gerakan menolak RUU Pilkada” tegasnya saat ditemui di sela-sela aksi.

Aksi bersama yang dimaksudkan untuk mendesak pemerintah Jawa Barat agar mendukung penolakan terhadap RUU Pilkada ini diikuti oleh beberapa aliansi masyarakat diantaranya ada Serikat Pekerja Nasional Indonesia (SPN), Gabungan Serikat Pekerja Indonesia (Gaspermindo), STSI’92, STPBSI, Gerakan Pemuda Indonesia dan kawan-kawan PKL (APPKL).

KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top