Tingkatkan Antusiasme Melalui Doorprize, Angka Partisipasi PUPM 2017-2018 Alami Penurunan

Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) UNPAR 2017. Dok/ PUPM 2017

STOPPRESS MP UNPAR- Berdasarkan data historis yang diunggah ke website MP, hasil rekapitulasi suara Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) Unpar untuk kategori Presiden Mahasiswa periode 2017-2018 mengalami penurunan sebesar 836 suara dari PUPM 2016-2017 dan 1460 suara dari PUPM 2015-2016. Menurut Ketua KPUPM, calon tunggal menjadi salah satu faktor penyebab turunnya partisipasi tersebut.

Berikut adalah total suara masuk pada rekapitulasi suara PUPM Unpar untuk kategori presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa.

2017-2018 Total Suara masuk mencapai 4442 (Calon Tunggal, Mahesa Aditya-Arifin Dobson)

2016-2017 Total Suara masuk mencapai 5278 (Satrio Wibowo-Jane Angelica, Anisa Ira Fadila-Sarah Lucia)

2015-2016 Total Suara masuk mencapai 5902 (Stephen Angkiriwang-Gema Satrio, Rully Satria-Richard Sianturi)

2014-2015 Total suara masuk mencapai 5168 (Calon Tunggal, Ibrahim Risyad-Priscilla Junita)

Menanggapi hal itu, Neilshan Loedy selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPUPM) Unpar mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan turunnya angka partisipasi adalah karena hanya ada satu pasangan yang mencalonkan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa.

Terkait dengan hal tersebut, dalam dua periode ke belakang KPUPM Unpar telah berupaya dalam meningkatkan angka partisipasi dengan pemberian souvernir. Pada PUPM 2017-2018, KPUPM pun berupaya dengan mengganti pemberian souvernir dengan pemberian doorprize yang berbeda dengan periode sebelumnya.

Perubahan tersebut menurut Neilshan menjadi cukup efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam mengikuti PUPM Unpar. “Menurut saya mahasiswa cukup banyak yang mengikuti undian doorprize tersebut, selain itu dengan melakukan undian maka lebih efektif dan efisien dan meminalisir souvenir yang terbuang.”

(Baca juga : DOORPRIZE PUPM: Pendongkrak Antusiasme Mahasiswa Untuk Berdemokrasi?)

Terkait strategi KPUPM 2017-2018 untuk meningkatkan antusiasme mahasiswa, seorang mahasiswa Fakultas Hukum 2014, Khalid El Fahmi yang berpartisipasi dalam PUPM Unpar periode 2017-2018 berpendapat lain. Ia mengatakan bahwa dengan adanya pemberian doorprize tersebut seakan-akan menunjukkan bahwa suara mahasiswa itu dapat dibeli dengan hardisk dan tablet.

“Ya dengan memberi hadiah itu justru akan mencederai nilai pemilu itu sendiri. Seharusnya suara individu itu di jaga dengan sebaik-baiknya bukan dengan cara seperti ini yang dapat dibeli,” ucap Khalid.

Selain itu, menurutnya, faktor lain yang membuat partisipasi PUPM mengalami penurunan gairah dalam memilih pemimpin mereka adalah karena jadwal pemilihan yang terbilang tanggung sehingga mahasiswa jadi merasa malas untuk memilih.

“Saya rasa mahasiswa merasa malas karena jadwal memilihnya itu saat jam makan siang atau bisa jadi bentrok dengan kelas sehingga,” kata Khalid.

Adapun, ketika ditanya mengenai darimana dana tersebut berasal yang di anggarkan untuk pembelian hadiah Neilshan menjawab bahwa dana untuk membeli hadiah tersebut di berikan oleh pihak Universitas tepatnya Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Unpar.

GALING GANESWORO

Related posts

*

*

Top