Tiga Calon Rektor Pamerkan Visi Misi

Media Parahyangan (MP) – “Proses pemilihan rektor baru Universitas Katolik Parahyangan sudah mulai memasuki tahap final. Setelah selesai menyaring 3 calon terpilih dari 12 orang bakal calon rektor. Kini, ketiga calon rektor yang sudah terpilih memulai rangkaian perkenalan diri mereka.”

Ketiga rektor yang dimaksud adalah Dr. Pius Sugeng Prasetyo dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNPAR, Prof Ir. Robertus Wahyudi Triweko, M.Eng., Ph.D dari Fakultas Teknik UNPAR, dan Dr. Ulber Silalahi yang juga berasal dari FISIP UNPAR. Ketiga calon rektor (carek) ini melakukan perkenalan perdana mereka dalam acara sosialisasi calon rektor baru UNPAR pada hari Kamis (13/04) di Aula lantai 8 Gedung 9 Unpar, Ciumbeleuit Bandung. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 12.30 ini diisi dengan sesi pemaparan visi misi dan program kerja carek terpilih, dan dilanjutkan sesi tanya jawab tamu-tamu yang hadir di acara tersebut.

Dalam menyampaikan rencana program mereka kedepan, masing-masing memiliki arah pengembangan yang berbeda. Pius Sugeng Prasetyo yang merupakan kandidat nomor 1 calon rektor UNPAR, berpendapat bahwa Unpar kini sudah memiliki basis sumber daya manusia yang baik secara individu, baik secara kualitas juga kuantitas. Namun, kemampuan individunya tidak diimbangi dengan kemampuan organisasi. Menurut Pius, diperlukan pengembangan kehidupan akademik kemahasiswaan yang lebih intens berinteraksi dengan masyarakat lewat penelitian atau pengabdian masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, maka Pius berkomitmen untuk mengadakan revitalisasi sektor kemahasiswaan baik dari segi organisasi hingga sarana dan prasarana penunjang kegiatan. Pius juga mengungkapkan idenya untuk membuat fakultas baru seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Sedangkan Nominasi Nomor 2, yaitu Robertus Triweko menggambarkan program kerjanya sebagai bagian dari visi UNPAR 2026. Triweko mendeskripsikan UNPAR sebagai elemen dari ‘Triple Helix’,  bahwa UNPAR harus mampu menjadi lembaga pendidikan yang memiliki peran sentral antara hubungannya dengan masyarakat dan pemerintah. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka menurut Triweko Unpar harus membangun sebuah konsolidasi internal yang baik, sehingga UNPAR mampu mengejar visi 2026 yang dituju oleh yayasan, yaitu “Mewujudkan komunitas akademik humanum yang bersemangat kasih dan kebenaran”. Dengan pembangunan secara internal tersebut, Triweko menginginkan UNPAR mampu menjadi sebuah entrepreneurial university, dan mampu memberikan kepada alumni UNPAR sebuah kebanggan karena pernah menjadi bagian dari UNPAR dan memberikan perasaan seperti di ‘rumah’ bagi setiap masyarakat UNPAR.

Ulber Silalahi, kandidat calon rektor nomor 3, menggambarkan UNPAR sebagai sebuah PTS yang kini menjadi benchmark bagi PTS lain, namun belum mengeluarkan semua potensi yang dimilikinya. Menurutnya, untuk menunjang kapabilitas mahasiswa semaksimal mungkin, maka diperlukan pengembangan dan optimalisasi fasilitas di UNPAR. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu mahasiswa UNPAR kini dan di masa depan. Ulber juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan dan jaminan bagi karyawan UNPAR demi meningkatkan performa UNPAR tidak hanya dari segi akademik, tapi juga non-akademik. Dan semua hal itu harus didasarkan kepada nilai dasar sesanti UNPAR, “Bakuning Hyang Mrih Santyaya Wiguna Bhakti,” didukung dengan kepemimpinan yang “Ing Ngarso Sung tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.”

Walaupun pemaparan program para calon rektor sudah cukup mendetail, namun tamu yang hadir masih ada yang merasa kecewa dengan acara ini. Gina, mahasiswa manajemen 2007 termasuk orang yang kecewa dengan acara ini, “Sebetulnya acara ini sangat baik, mengenalkan calon rektor lengkap dengan pemaparan visi misi yang menurut saya luar biasa. Tetapi, substansi acara ini agak mengecewakan, banyak larangan-larangan seperti tidak boleh menyanggah apabila tidak puas dengan jawaban mereka (calon rektor). Disamping itu, di program kerja calon rektor tidak dideskripsikan secara jelas apa yang menjadi prioritas kerja mereka begitu terpilih.”

Acara sosialisasi calon rektor ini adalah rangkaian dari pemilihan rektor baru UNPAR periode 2011-2015. Setelah acara sosialisasi ini, akan diadakan rapat tertutup yayasan yang tanggalnya masih dirahasiakan.

(Dendy Nugraha)

Related posts

*

*

Top