Tidak Ada Dalam MOU, Valet Parking Illegal?

Box parkir secureparking Unpar. Dok/MP Box parkir secureparking Unpar. Dok/MP

STOPPRESS MP, UNPAR –Praktik layanan valet parking ternyata tidak terdapat di dalam kontrak atau MOU antara Unpar dengan Secure Parking. Pada acara Bincang Sobers (Sore Bersama), beberapa mahasiswa mempertanyakan sistem valet parking yang seringkali menyebabkan parkiran mobil seakan-akan terlihat penuh. Sehingga membuat sejumlah mahasiswa terpaksa membayar layanan valet parking demi mendapatkan parkir.

Valet Parking itu tidak ada di dalam kontrak antara Unpar dan Secure Parking,” ucap Roni Sugiarto selaku Ketua Biro Sarana dan Prasarana (BSP) saat menjawab keluhan salah seorang mahasiswa yang bertanya soal valet parking pada acara Bincang Sobers (Sore Bersama) yang diselenggarakan oleh Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar di hari Kamis (1/9) lalu.

Menurut salah seorang mahasiswa bernama Oci, ia mendapati masih banyak terdapat lahan kosong, tapi mobil di parkirkan oleh valet di depan pintu masuk sehingga lahan parkir seolah-olah penuh dan mahasiswa terpaksa ikut valet. “Sistem valet parking harusnya seperti apa?” tanyanya.

Roni pun menjelaskan bahwa praktik valet parking merupakan kepentingan eksternal yaitu antara Secure Parking dan mahasiswa. Karena layanan valet parking tersebut tidak resmi, mahasiswa harus membayar layanan tersebut. “Memang ada Rp. 250.000,00. Kita buka-bukaan aja mereka meminta,” ucapnya.

Menurut Roni, uang yang dibayarkan belum tentu dapat dipertanggung-jawabkan akuntabilitasnya. “Di dalam kostum pun no tipping kan? Tapi Rp. 250.000,00 yang teman-teman berikan itu permasalahan kita bersama,” ucapnya. (Baca juga : No Tipping, But You’re Still Giving)

Menanggapi hal itu, Roni mengaku pihak BSP akan menindak petugas-petugas yang melakukan itu. Namun, ia menyatakan belum memiliki bukti dan jika sudah ada bukti, ia menjanjikan pasti akan segera menindaknya.

Ia pun menghimbau kepada para mahasiswa untuk teliti memeriksa barang-barang yang ada didalam mobil jika praktik valet parking masih terpaksa berjalan, karena bagaimanapun juga tidak ada kontrak dan standar operasional (SOP) yang mengatur mengenai layanan tersebut. (Baca juga : Banyak Pelanggaran Persulit Keamanan Parkir)

Selain itu, Roni Sugiarto juga mengatakan bahwa ia tidak tahu-menahu sejak kapan valet parking bermula, tetapi telah ada sejak periode lalu. Ia berpendapat mungkin pada saat itu tidak keberanian pemangku jabatan untuk meniadakan valet. (Baca juga : Kolom Parahyangan – Dua Tahun Secure Parking di UNPAR : Masalah Belum Tuntas)

Terkait rencana peniadaan valet, ia mengaku perlu ada keputusan bersama antara pihak BSP dan rektorat  untuk menerbitkan aturan yang meniadakan valet. Menurutnya, valet parking memang tidak ada di dalam lembaga secure parking. “Perhatian kami apakah bisa diatur valet parking itu tidak ada? Kalau bias ya sekarang saja tidak ada valet,” ucap Roni.

Perbincangan tersebut selain dihadiri oleh mahasiswa dan perwakilan BSP, juga dihadiri oleh Paulus Sukapto selaku Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), dan sistem pengamanan Unpar. Acara yang bertempat di student center Ekonomi itu mengangkat tajuk “Mau Parkir Di mana?”

SHAQUILE NORMAN

Related posts

*

*

Top