The S.I.G.I.T. : “Kami Sedang Persiapkan Materi Baru Untuk Tahun Depan”

Foto: thesigit.com Foto: thesigit.com

WAWANCARA MP, UNPAR – The Super Insurgent Group of Intemperance Talent atau yang lebih dikenal dengan The S.I.G.I.T adalah band rock asal bandung yang di gawangi oleh Rektivianto Yoewono (Guitar Vokal), Farri Icksan Wibisana (Guitar), Aditya Bagja Mulyana (Bass), dan Dona Armando Ekana “Acil” (Drum). Band ini terbentuk pada tahun 2002. Mereka sudah merilis 2 album hingga saat ini. MP berkesempatan mewawancarai dengan The Sigit pada saat selesai manggung di acara TNT 2014 “OCEAN” yang diselenggarakan pada tanggal 6 Desember 2014 kemarin. Berikut petikan wawancaranya:

 

Bagiamana perasaan kalian manggung di acara TNT 2014 ini?

Acil: Seneng banget sih bisa main di sini. Apalagi saya juga almamater Unpar, jadi kangen banget manggung di sini. Unpar sendiri punya nilai bersejarah buat The Sigit karena first gig kami itu manggung di Unpar.

 

 Sudah berapa kali kalian manggung di Unpar?

Rekti: Kalau enggak salah ini manggung yang ke-7 kalinya di Unpar.

 

Apa ada kendala saat persiapan dan manggung?

Adit: Kendalanya saya gak bangun tadi. Haha.

Acil: Haha iya tuh. Kalau kendala pasti ada sih, tapi santai aja lah kita mah sambil jalan aja yang penting enjoy. Sambil jalan aja di panggung sambil cari sound yang pas. Paling lagu pertama sama lagu kedua masih kurang. Tapi standar itu mah, selanjutnya udah enak.

 

Ada rencana buat album baru?

Adit: Ada. Kita sekarang lagi ngumpulin materi aja bareng-bareng. Mudah-mudahan tahun depan udah menghasilkan sesuatu, antara single dan album sih. Doain aja ya cepet selesai.

 

Apa referensi kalian di album terakhir Detourn?

Adit: Macem-macem sih. Kita ngambil dari berbagai macam musik yang kita dengerin aja. Bahkan beat drumnya, kita ngambil beat hip-hop gitu, ya gak sih? Haha. Tapi gak terlalu hip-hop banget.

Acil: Iya bener kita ngambil dari berbagai macam aliran musik nih. Kita input aja ke dalem album baru. Dan sebenernya juga kita pengen nyoba aja. Jadi enggak mau stay di zona nyaman kita. Pengen nyoba beda aja dari album sebelumnya.

 

Kapan kalian terakhir manggung di luar negeri? Ada rencana lagi buat main di luar?

Acil :Wah, tadi kita udah main di luar barusan (Plaza GSG.red). Haha. Belum ada lagi sih.

Rekti: Kita terakhir main di luar tuh di Singapura tahun 2013 kalau gak salah. Acara anak-anak sana aja. Kita diundang main disana seru-seruan aja.

 

Album terakhir Detourn dicetak berapa keping buat CD & Vinyl?

Adit: Biasanya minimal 3000 kopi buat CD. Eh, iya gak sih? Kalau vinyl coba tanya Rekti nih.

Rekti: Biasanya sih per-1000 aja. Jadi kalau misalnya abis, kita cetak 1000 kopi CD. Kalau vinyl kita bikin 500 kopi. Buat yang sesi pertama kita cetak 300 dan buat yang sesi kedua kita cetak 200. Beda cover-nya juga sih yang sesi pertama sama yang kedua.

 

Pandangan kalian mengenai scene music Bandung sekarang?

Adit: Cukup gerilya sepertinya. Kalau di lihat, banyak band Post-Rock dan Hip-Hop juga, tapi kita sempet bertanya-tanya nih yang menyerupai “Rock” gitu pada kemana sih? Haha. Kalau dilihat juga sekarang sedang banyak band-band Stoner. Cuma cara memunculkannya aja kurang.

Rekti: Mungkin lebih dari sisi marketing-nya aja yang kurang nendang.

 

ARYANDA KAREEM/ ADYTIO NUGROHO

Related posts

*

*

Top