The Longest Week: Pencarian Diri Si Pria Paruh Baya

The Longest Week / Rottentomatoes

Judul film : The Longest Week

Genre : drama – comedy

Pemeran : Jason Bateman, Olivia wilde , Billy crudup

Sutradara : Peter Glanz

“If I tell you ‘I love you’ does that mean I actually love myself?” 

Itu adalah cuplikan dialog antara Conrad Valmont dan Beatrice di perjalanan kereta menuju pulang. Kata-kata itu menandai pencapaian hidup baru dari Conrad sekaligus perpisahannya dengan Beatrice. Dalam 7 hari yang panjang, Conrad akhirnya beranjak dewasa di usia 42 tahun.

Kisah ini dimulai melalui prolog tentang masa kecil Conrad Valmont (Jason Bateman), seorang penulis  yang menghabiskan 40 tahun hidupnya  di hotel milik keluarganya. Ia diasuh oleh karyawan hotel saat orang tuanya berlibur keliling dunia. Hingga akhirnya, orangtuanya memutuskan untuk bercerai dan tidak akan lagi memberikan dana untuk Conrad. Mencari bantuan, Conrad menemui karibnya, Dylan (Billy Crudup) dengan menyembunyikan kasus kemelaratannya. Dylan adalah seoarang seniman yang sukses dengan bakatnya, tapi bernasib buruk dalam hubungan percintaannya. Dylan menyukai seorang model bernama Beatrice (Olivia Wilde), yang juga disukai Conrad dan akhirnya dipacari pula.  The longest week menceritakan proses pendewasaan Conrad selama seminggu di mana ia akan menemukan arti cinta, persahabatan, dan keberanian untuk berdikari.

Secara umum, scene-scene yang ditampilkan terkesan menenangkan dan elegan dengan mengambil latar kota Manhattan post-modern ‘60an. Misalnya, kamar Beatrice mengingatkan saya akan kamar Audrey Hepburn di Breakfast at Tiffany’s. sarat dengan warna-warna pastel yang lembut dan artistik. Narasi yang dibacakan selama film ini sangat puitis, dan dreamy didukung dengan suara latar berupa alunan lagu-lagu slow rhythm jazz. Sebenarnya, saya lebih mengharapkan aksi komedi Bateman atau akting dramatis Wilde, dua karakteristik unggul aktor-aktor tersebut, tanpa digangu dengan adanya narasi yang mendominasi. Agaknya, Glanz mencoba cara yang hyperbolic dalam menggambarkan kondisi Conrad-Beatrice, hopeless romantic dan romantically hopeless. Di samping itu, saya mengaharapkan alur dengan lebih banyak dinamika. Permasalahan yang diceritakan dalam film ini terkesan tipikal permasalahan sosialita Manhattan: kaya-miskin dan pengkhianatan.

Meski demikian, scene-scene romantisme Conrad-Beatrice yang adventurous tapi sederhana tetap bisa kita nikmati.

SHERLY NEFRIZA

Related posts

*

*

Top