Tertangkap Merokok, Wakil Rektor III Ancam Coret Keanggotaan UKM

Spanduk Larangan Merokok yang dipasang di Tembok KKBM (sebelum dibongkar) / dok. MP Spanduk Larangan Merokok yang dipasang di Tembok KKBM (sebelum dibongkar) / dok. MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Wakil Rektor III memutuskan untuk mencabut status keanggotaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bagi mahasiswa yang kedapatan merokok di sekretariat UKM yang bersangkutan. Pencabutan status keanggotaan tersebut ditujukan sebagai sanksi tegas pihak rektorat terkait penegakkan peraturan merokok.

“Kalian jangan ngerokok di Unpar ya. Nanti kalau ketahuan saya langsung coret,” ucap Ziljian Qisti (Hubungan Internasional 2013) selaku General Manager Unpar Radio Station (URS) menirukan ucapan Paulus Sukapto (Wakil Rektor III) saat ditemui Jumat (5/2) lalu.

Ziljian (akrab disapa Jian) pun menerangkan bahwa perkataan itu didengarnya ketika ia tengah melakukan kegiatan bersih-bersih di sekretariatnya pada Sabtu (31/1) lalu. Perkataan itu pun didengarnya langsung ketika kegiatan tengah berlangsung. “Sekitar jam 10 tiba-tiba Pak Kapto datang dan kenalin diri terus tanpa basa basi mengingatkan jangan merokok,” ucapnya.

Adapun ketika ditanya terkait makna “coret”, Paulus Sukapto menjelaskan bahwa pencoretan yang dimaksud adalah pembatalan status anggota UKM yang bersangkutan. Hal itu pun disayangkan oleh Maria Angela (Arsitektur 2012) selaku ketua UKM Mahitala yang anggotanya mengalami nasib serupa. Menurutnya, setiap UKM memiliki aturan sendiri terkait pelanggaran anggotanya. “Setiap pelanggaran yang dilakukan anggota pasti ada tahapan penindaklanjutannya sehingga tidak begitu saja dikeluarkan,” ucapnya.

Menanggapi Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) terkait status keanggotaan yang dimiliki tiap UKM, Paulus hanya menjelaskan bahwa ia hanya mengikuti aturan yaitu dilarang merokok. Disamping itu, ia pun juga merencanakan bahwa bagi mahasiswa yang ketahuan merokok akan diambil kartu mahaiswanya. “Saya ingin kampus ini bebas rokok,” ucapnya setelah menjelaskan sanksi yang berkaitan kartu mahasiswa.

Terkait hal itu, Jian mengaku kurang setuju. Menurutnya, mahasiswa perlu diberi kesempatan untuk mengurangi kebiasaan merokok. Ia pun menyarankan agar diberi himbauan dan forum komunikasi kembali untuk mengingatkan peraturan tentang merokok. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa hal itu tidak sesuai prosedur sebab pada Forum Komunikasi 2014 lalu terdapat urutan sanksi yang dimulai dari lisan, tertulis, dan yang terberat.
Adapun peraturan larangan merokok telah dikeluarkan pada tahun 2014 semasa Robertus Wahyudi Triweko ketika ia tengah menjabat sebagai rektor. Peraturan larangan merokok itu dikeluarkan melalui sebuah Surat Keputusan (SK) yang mencangkup sanksi bagi mahasiswa dan karyawan yang kedapatan merokok.

VINCENT FABIAN THOMAS

Related posts

*

*

Top