Terkait Semester Pendek, Rektorat Belum Tentukan Sikap

Stoppress MP - Terkait semester pendek, rektorat belum tentukan sikap / Adyt Stoppress MP - Terkait semester pendek, rektorat belum tentukan sikap / Adyt

Stoppress, MP UNPAR – Terkait wacana penggantian Semester Pendek (SP) ke Kuliah Kerja Nyata (KKN), Robertus Wahyudi Triweko selaku rektor Unpar menjelaskan bahwa hal tersebut masih dibicarakan. “Untuk KKN belum pasti, kita masih mengumpulkan dan mencari alternatif terbaik,” kata Triweko dalam forum Temu Rektor pada hari Rabu, 27 November 2013 di Student Center.

Mengenai wacana SP yang akan dihilangkan tahun ajaran  mendatang, pihak rektorat belum bisa memastikan hal tersebut. Pius Sugeng selaku Wakil Rektor 1 bidang akademik yang turut hadir dalam forum tersebut mengatakan hingga saat ini pengaturan SP masih menggunakan Surat Ketetapan (SK) tahun sebelumnya. “Pada dasarnya SP kan sifatnya optional, tergantung universitas,Jika universitas menghilangkan satu semster, itu baru masalah, ” kata Pius Sugeng yang juga mengaku setuju jika SP dihilangkan. Pius juga menambahkan bahwa menurutnya mahasiswa seharusnya tidak hanya fokus hanya dalam akademis saja. “Mereka bisa mengisi waktu liburan dengan kegiatan-kegiatan di luar akademis,” ucap Pius.

Forum yang digagas Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) tersebut juga dihadiri Laurentius Tarpin selaku Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan dan alumni serta Dharma Lesmono selaku wakil rektor 2 bidang Sumber daya.

Terkait banyaknya keluhan yang disampaikan mahasiswa terkait penghapusan SP dalam forum tersebut, Triweko mengatakan bahwa pihaknya berharap mahasiswa Unpar tidak hanya mengedepankan nilai akademis saja sehingga ketika mereka lulus bisa menjadi menjadi manusia yang utuh.“Manusia yang utuh adalah ketika mahasiswa tidak hanya mengedepankan nilai-nilai akademis saja, tapi juga mampu memiliki spirit dan semangat kebangsaan,” kata Triweko .

Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa saat jeda untuk mengisi libur semester. “Misalnya mahasiswa bisa magang, kerja praktek, mengikuti program pertukaran mahasiswa, atau kegiatan lain yang sesuai dengan bidang dan minat masing-masing,” kata Triweko ketika menjelaskan alternatif lain jika SP ditiadakan.

Hal senada diungkapkan oleh Laurentius Tarpin yang juga hadir dalam forum tersebut. “Di samping mengembangkan nilai akademis, mahasiswa seharusnya mampu untuk meningkatkan soft skill mereka,” kata Tarpin.

Forum diskusi antara pihak rektorat dengan mahasiswa ini diselengarakan oleh pihak Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) dengan tujuan agar aspirasi mahasiswa dapat menyampaikan langsung aspirasi mereka. “Dengan adanya forum ini aspirasi mahasiswa bisa langsung didengar oleh pembuat kebijakan,” kata Andrew Renaldy selaku Presiden Mahasiswa Unpar dalam kata sambutan sebelum acara dimulai.

ADYTIO NUGROHO

Related posts

*

*

Top