Terima Laporan, MPM Lakukan Investigasi Terhadap Vincent Fabian Thomas

Atribut Kelengkapan Seragam MPM, Presma & Wapresma Unpar. dok./pm.unpar.ac.id Atribut Kelengkapan Seragam MPM, Presma & Wapresma Unpar. dok./pm.unpar.ac.id

STOPPRESS!, MP – Pada Jumat [3/11] ditemui di depan ruangan sekretariat Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Universitas Katolik Parahyangan, Rosaline Dwi Agiana selaku Internal Inspector (II) memberikan kejelasan mengenai investigasi yang dilakukan MPM pada tanggal 29/09/2017 dan tanggal 16/10/2017 kepada Vincent Fabian Thomas. Dimana hasil dari pemeriksaan investigatif yang terlampir dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terbukti bahwa Vincent tidak melanggar ketentuan apapun di lingkup internal Unpar.

Rosaline mengatakan bahwa, MPM memutuskan untuk melakukan investigasi kepada Vincent karena adanya pelaporan kepada MPM terkait kasus Vincent dengan pihak eksternal (luar kampus) Unpar. “Kami tidak bisa memberitahu siapa yang melaporkan karena hal ini merupakan rahasia Internal Inspector,” ujarnya.

Rosaline menjelaskan bahwa setelah ada yang melaporkan, II memutusukan untuk menyatakan Vincent sebagai terduga. Dalam hal ini vincent juga disebut sebagai subjek investigasi. “dugaan tersebut berkaitan dengan kegiatan Vincent melakukan pengajuan informasi publik yang berkaitan dengan pembangunan di dalam kampus Unpar kepada pihak eksternal (luar kampus),” jelasnya.

“Menurut hasil investigasi kami, laporan yang ditujukkan kepada Vincent berupa mencemarkan nama baik Unpar tidak terbukti,” kata Rosaline. Ia pun menjelaskan dari hasil wawancara yang dilakukan, Vincent melakukan pengajuan informasi publik atas dasar hak sebagai warga negara yang bertanya seputar kejelasan terkait kegiatan proyek pembangunan di kampus UNPAR.

Rosaline menjelaskan prosedur pelaporan yang bisa dilakukan dalam bentuk apa saja. Ia memberi contoh laporan yang dilakukan secara lisan, setelah laporan diterima kemudian MPM akan mengadakan rapat untuk mempertimbangkan apakah kasus yang dilaporkan perlu di investigasi atau tidak. “Dalam kasus ini Vincent memang perlu di investigasi karena ada kepentingan tertentu dalam kasus tersebut,” tambahnya.

Rosaline pun menjelaskan juga prosedur investigasi yang dilakukan MPM berbeda-beda tergantung kasusnya dan laporan yang diterima itu seperti apa. Ia menjelaskan bahwa Investigasi yang dilakukan adalah dengan mendatangi dan mewawancarai pihak yang dilaporkan.

Dalam Proses Investigasi Vincent juga membenarkan bahwa dalam proses investigasi yang dilakukan oleh II merupakan proses wawancara yang dilakukan selama dua kali oleh dua orang yang berbeda dan dalam prosesnya vincent mengaku tidak ada tekanan apapun terkait maksud investigasi dan MPM bersikap ramah dan kooperatif.

“Tapi saya mempertanyakan kenapa prosesnya investigasi. Saya rasa investigasi itu dilakukan kalau saya itu memang berbuat salah statusnya lebih dari terduga padahal dalam BAP nya saya juga masih terduga,” tambahnya.

Vincent juga merasa adanya kejanggalan perihal statusnya dalam BAP bahwa ia diperiksa sebagai Ketua Media Parahyangan padahal pengajuan informasi publik kepada komisi informasi adalah atas nama pribadi.

GALING GANESWORO

 

Related posts

One Comment;

  1. Bowo said:

    Kok gaboleh dikasih tau siapa yang melaporkan? Aneh. Aku mau ke MPM ah melaporkan seseorang melakukan tindakan asusila. Bebas. Orang tersebut gak akan tau kalau aku lah pelapornya. Kan rahasia xixixixixi. Aku mau orang tersebut sampai disebut terduga dan di investigasi. Identitasku tetap aman.

*

*

Top