Tarif Parkir Kendaraan Bermotor Naik Demi Keamanan

Sistem parkir baru vendor terpilih, EZ Parking. Sistem kini dilengkapi dengan palang otomatis dan mesin pengambilan tiket. Dok /MP Sistem parkir baru vendor terpilih, EZ Parking. Sistem kini dilengkapi dengan palang otomatis dan mesin pengambilan tiket. Dok /MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Terhitung sejak Rabu, 1 Februari 2017 Biro Umum Teknik (BUT) mengenakan kenaikan tarif parkir untuk kendaraan bermotor untuk alasan keamanan. Adapun tarif parkir yang baru adalah Rp 2.000 bagi motor (sekali parkir), dan tarif Rp 2.000/perjam dan maksimal Rp 10.000 bagi mobil. 

“Kenaikan tarif parkir masih dalam batas wajar bila dulu tarif parkir Rp 1.000 sekarang naik menjadi Rp 2.000 untuk motor, sedangkan untuk mobil tarif maksimal adalah Rp 10.000,” ujar Ignasius Susanto selaku Kepala Kebersihan, Keamanan, dan Ketertiban (K3) saat ditemui MP di ruangannya di Biro Umum Teknik (BUT) pada Selasa (31/1).

Menurut Santo, faktor keamanan menjadi alasan kenaikan tarif parkir kendaraan bermotor tersebut. “Kalau dulu motor itu sekali parkir bayar seribu bisa keluar-masuk, itu kan keamanannya riskan. Kalau sekarang masuk harus ambil tiket, saat keluar kasih tiket lalu bayar dua ribu jadi lebih aman,” ujar Santo.

Salah satu dari penunjang faktor keamanan itu berupa kehadiran palang otomatis yang mengatur keluar masuk kendaraan. Selain kehadiran palang otomatis, fasilitas valet (titip kunci) tidak diberlakukan lagi oleh pengelola dengan alasan keamanan terutama barang-barang yang ada di dalam kendaraan.

Disamping itu, pengelola juga akan memasang monitor yang akan menampilkan informasi mengenai ketersediaan lahan parkir. Apabila lahan parkir dinilai sudah penuh oleh petugas, maka pengelola akan menutup pintu masuk ke area parkir yang bersangkutan.

Selain menaikkan tarif parkir kendaraan bermotor, EZ Parking menerapkan sistem pembayaran alternatif baru yang ditujukan bagi motor. Adapun sistem pembayaran alternatif tersebut adalah sistem pembayaran abodemen sejumlah Rp 50.000/bulan. Sedangkan untuk mobil prosedur pembayaran tetap sama dengan prosedur lama.

Terkait kenaikan tarif itu, Rangga Kartasasmita (Hukum, 2014) mengaku bahwa kenaikan tarif kendaraan bermotor dirasa terlalu berat. “Kita kan mahasiswa datang ke kampus dengan tujuan pendidikan, beda dengan mall atau pusat perbelanjaan. Harusnya Unpar dapat mempertimbangkan kembali,” ujarnya.

Rangga menambahkan bahwa Unpar seharusnya dapat mencontoh instansi pendidikan lain yang membebaskan biaya parkir dan menggunakan kartu tanda parkir untuk keamanan dibanding harus membayar tiket parkir.

Adapun, tertanggal 1 Februari 2017 lalu, Unpar resmi mengganti vendor penyedia jasa layanan parkir. Melalui surat pemberitahuan dengan nomor III/BUT/2017-02/037 – E, BUT memutuskan untuk tidak memperpanjang kerja sama dengan PT. Securindo Pacatama Indonesia (Secure Parking) dan menetapkan PT. Anugerah Bina Karya (EZ Parking) sebagai mitra terpilih pemenang tender.

(Baca juga : Akhiri Kerjasama Selama 10 Tahun, UNPAR Ganti Jasa Layanan Parkir)

GALING GANESWORO | VERONICA DWI LESTARI

 

Related posts

*

*

Top