Tanggapi Hambatan Fakultas, Tiga Calon MPM FTI Sepakat Win-Win Solution

Para calon kadidat MPM Fakultas Teknologi Industri (FTI), Ramazda Permana Sakti (Teknik Kimia 2014) , Hani Dwi (Teknik Industri 2014), Mellisa Dyanthinnie (Teknik Industri 2014), Khalif Sufnir (Teknik Industri 2014), Bergitta Syntia (Teknik Kimia 2014) / dok. Vincent Fabian Para calon kadidat MPM Fakultas Teknologi Industri (FTI), Ramazda Permana Sakti (Teknik Kimia 2014) , Hani Dwi (Teknik Industri 2014), Mellisa Dyanthinnie (Teknik Industri 2014), Khalif Sufnir (Teknik Industri 2014), Bergitta Syntia (Teknik Kimia 2014) / dok. Vincent Fabian

Calon Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Fakultas Teknologi Industri (FTI) menghadiri debat calon MPM yang diselenggarakan pada Jumat (22/4) yang bertempat di Student Center Teknik. Pada sesi pertanyaan panelis, tiga dari lima calon MPM memberi tanggapan yang cukup seragam yaitu win-win solution.

“Meneliti terlebih dahulu mengapa aspirasi itu tidak diindahkan pihak fakultas. Lalu kita duduk bersama fakultas untuk mencari win-win solution agar kedua pihak diuntungkan,” ucap Ramazda Permana Sakti (Teknik Kimia 2014) selaku calon MPM.

Jawaban itu dikeluarkan Rama menanggapi pertanyaan Clarissa Gracia (Teknik Industri 2013) selaku panelis pada debat mengenai apa tindakan konkrit yang akan dilakukan bila Fakultas tidak menindaklanjuti aspirasi mahasiswa FTI.

Tidak jauh berbeda dengan hal itu, Hani Dwi dan Mellisa Dyanthinnie (Teknik Industri 2014) selaku calon MPM FTI menekankan pentingnya negosiasi yang mengarah pada win-win solution agar tidak ada pihak yang dirugikan. Meskipun demikian Hani juga turut mengingatkan posisi PM UNPAR dan universitas yang sejajar dan berkoordinasi sehingga MPM perlu menjadi lembaga yang tidak sekadar menuntut, tetapi juga solutif.

Adapun masih dalam pertanyaan yang sama, Khalif Sufnir (Teknik Industri 2014) selaku calon MPM FTI memberi jawaban lain. Ia lebih menekankan pentingnya menghormati pihak fakultas dan universitas agar tercipta suasana kekeluargaan baik pihak universitas dan PM UNPAR. Jawaban lain juga datang dari Bergitta Syntia (Teknik Kimia 2014) selaku calon MPM FTI. Ia lebih menekankan pentingnya menjalin komunikasi dengan pihak fakultas dan mempertimbangkan aspirasi mana saja yang dapat dibawa ke tingkat fakultas.

Menanggapi jawaban kelima calon Clarissa mengaku puas.  “Jawaban kalian sudah tepat. Gak semua aspirasi harus ditindaklanjuti, tapi dipertimbangkan dulu. Kalau pihak universitas tidak mengindahkan, tanya dulu kenapa sebab penolakan itu pasti ada alasannya,” ucapnya.

Selain Clarissa, terdapat 3 panelis lainnya. Mereka adalah Erick Yendarsa (Teknik Kimia 2013), Yohanes Kevin (Teknik Industri 2013), dan Nicholas Orlando (Teknik Kimia 2013).

VINCENT FABIAN THOMAS

 

*

*

Top