Tag Archives: kontributor

Mengenang G30S

[Puisi] Everythings Are Depend On The Circumstances

[Puisi] Everythings Are Depend On The Circumstances

Let me ask you a question You seek salvation? Redemption? Sympathy? Or it is attention? A little bit late If someone put the dagger away Just to keep everything quiet Let him scream to death Are you scared? Did you hear death? Did you cheated death? – – – – We are all fucked anyway

[Puisi] Tolong

Tolong Kata apa itu? Tidak ada yang tau arti kata itu Tapi semua orang berseru Mereka, dia, kamu, dan aku   Tidak berarti? Tidak ada yang mengerti? Atau tidak ada yang peduli?   Berjuta kata tolong terucap Berjuta kali pula terabaikan   Menangis, berlari, bersembunyi Sambal berbisik “tolong kami” Penuh hara pada yang mengerti  

MILITER VS POLRI? INDONESIA VS PKI?

Siapa yang tidak tahu dengan peristiwa G30 S/PKI? Sebuah peristiwa yang kelam terjadi di Indonesia. Bila kita melihat kembali mengenai peristiwa tersebut, banyak sekali pandangan yang muncul akibat dari peristiwa tersebut. Ada perspektif yang mengatakan bahwa peristiwa G30 S/PKI  ini adalah mengenai adanya keikutsertaan para panglima tinggi militer yang terlibat di dalam kaum komunis di

Mengenang G30S

[Cerpen] Memeluk Luka Selama 636 Sentimeter

Luana lebih suka memeluk Luka erat-erat. Baginya membangun jeruji bagi Luka secara paksa dengan bantuan detakan jarum kecil pada arloji dan robekan lembaran-lembaran penanggalan, kelak hanya membuat Luka beralih bentuk menjadi infeksi. Karenanya, menahun Luana enggan menghitung hari-hari. “Rambutmu sudah terlampau panjang,” ujar Luka padanya. Luana mengangguk. “Mengingat imajimu tentang hitungan hari yang tak lagi

Eksistensi Radio di Zaman Digital

Radio Republik Indonesia (RRI) yang berdiri tanggal 11 September 1945 telah memasuki usia yang ke-73 pada tahun ini. Hari lahir RRI inilah yang dirayakan sebagai hari RRI nasional. Dalam rangka memperingati hari RRI nasional, UKM Unpar Radio Station mengirimkan pendapat mereka tentang eksistensi radio di zaman digital.   Radio di masa kini itu eksistensinya mulai tergeserkan

Munir, Cahaya Yang Tak Pernah Padam

Mereka berebut kuasa, mereka menenteng senjata, mereka menembak rakyat, kemudian mereka bersembunyi di balik ketek kekuasaan. Apa kita biarkan mereka untuk gagah. Mereka gagal untuk gagah. Mereka hanya ganti baju, tapi dalam tubuh mereka adalah sebuah kehinaan. Sesuatu yang tidak bertanggung jawab. Sesuatu yang mereka bayar sampai titik manapun. Bagaimana seorang pahlawan mesti dikenang? Saya

Menanti Kedaluarsanya Janji Rezim di 14 Tahun Kematian Munir

Hari ini, 7 September 2018 menjadi pertanda bahwa suatu janji politik untuk menuntaskan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di masa lalu bakal segera menjadi sebuah isapan jempol belaka. Meskipun peristiwa yang menimpa Munir Said Thalib tidak disebut dalam daftar program unggulan yang disuguhkan sebelum rezim berkuasa pada 2014 lalu, komitmen pemerintah untuk menghormati dan

Top