Tag Archives: komite mahasiswa

Menjelang Acara “Gelora Reformasi”: Kegiatan Seni Untuk Reformasi di Tengah Ancaman

Edisi 31 Mei 1998 “Tanggal 4 Juni bakal ada apaan sih?”, tanya seorang mahasiswa, melihat selebaran kertas bertuliskan “Gelora Reformasi” yang tertempel di papan pengumuman fakultas di Unpar. Komite Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan akan menyelenggarakan kegiatan seni bertajuk “Gelora Reformasi” pada 4 Juni 1998 malam, di Plaza GSG. Acara yang diketuai oleh I. Loyola I.K.

Pernyataan Sikap Mahasiswa Unpar Menanggapi Pengunduran diri Suharto

Edisi 22 Mei 1998 Pernyataan Sikap Mahasiswa Unpar Menanggapi Keputusan Pengunduran Diri Suharto dan Penunjukan B.J. Habibie Sebagai Presiden RI Tuntutan Reformasi tidak selesai dengan pengunduran diri Suharto sebagai Presiden dan Pengangkatan Wakil Presiden B.J. Habibie sebagai Presiden RI yang baru. Upaya Konstitusional untuk menjawab tuntutan reformasi adalah melalui mekanisme Sidang Istimewa MPR dengan agenda

Komite Mahasiswa Unpar : Agenda Reformasi Tahap Kedua

Komite Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Bandung Bandung, 21 Mei 1998 Agenda Reformasi Tahap Kedua Agenda perjuangan menurunkan Suharto sebagai Presiden RI telah berhasil secara konstitusional Namun dengan pengunduran diri Suharto dan pengangkatan Wapres B.J. Habibie sebagai Presiden RI yang baru dinilai belum menjawab tuntutan reformassi total yang selama ini diperjuangkan oleh Mahasiswa dan Rakyat Indonesia

Berkumpul di lapangan Gasibu dan Gedung Sate (Sumber: Arsitektur ITB)

Long March Unpar II, 20 Mei 1998: Berangkat Jalan Kaki, Pulang Juga Jalan Kaki

Edisi 21 Mei 1998 Sekali lagi Mahasiswa Unpar membuktikan turun ke jalan ternyata tidak berbuntut kerusuhan. Tanggal 20 Mei ’98 seakan-akan menjadi momok yang menakutkan masyarakat Bandung , karena diduga akan timbul kerusuhan berkaitan dengan aksi unjuk rasa mahasiswa besar-besaran. Namun sekali lagi seluruh mahasiswa Bandung menjawab bahwa aksi yang mereka lakukan benar-benar damai tanpa

Aksi Keluarga Besar Mahasiswa Unpar, 19 Mei 1998 Menghendaki Presiden Soeharto Meletakkan Jabatan

Edisi 20 Mei 1998 Sehari sebelum Hari Kebangkitan Nasional, Mahasiswa Unpar kembali mengadakan aksi di Kampus Merdeka dan Ciumbuleuit. Dalam aksi tersebut, tuntutan agar Presiden Soeharto meletakkan jabatan, serta permohonan agar waktu penyelenggaraan Ujian Akhir Semester Unpar diutarakan. Kembali, aksi menuntut reformasi digelar di Kampus Merdeka pada pukul 10.00 WIB. Seperti aksi-aksi sebelumnya, para mahasiswa

Aksi Gerakan Nurani Kaum Berjubah, 15 Mei 1998: Rohaniwan Katolik Pun Aksi

Edisi 18 Mei 1998 Puluhan rohaniwan Katolik yang terdiri dari Frater, Suster, dan Pastor, secara mengejutkan melakukan aksi di Kampus Unpar Ciumbuleuit, Jum’at (15/5) lalu. Pada pukul 10.00 WIB, sekitar seratus rohaniwan Katolik sambil menyanyikan “Tuhan Berikanlah” (“Nearer My God to Thee”) memulai arak-arakan memutari kampus Unpar, sambil mengajak seluruh civitas akademika yang terketuk hatinya

PERNYATAAN SIKAP SENAT UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

PERNYATAAN SIKAP SENAT UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN Tentang Situasi dan Kondisi Bangsa dan Negara Indonesia Dewasa ini Memperhatikan kondisi sosial, politik, ekonomi, dan hukum di tanah air yang makin memburuk dewasa ini dan didorong oleh hati nurani yang jernih serta rasa tanggung jawab terhadap masa depan Bangsa dan Negara Indonesia, dala m rapatnya tanggal 14 Mei

Sabam Sirait: Tidak Percaya Sebelum Soeharto Benar-Benar Turun

Tidak percuma bila ia dielu-elukan massa mahasiswa Unpar sejak kedatangannya di Kampus Ciumbuleuit. Mantan anggota DPR ini dalam orasinya menyatakan, bahwa ia identik dengan Thomas (salah satu murid Yesus). “Karena saya baru percaya dia (Soehart o) mundur, kalau dia betul-betul mundur jadi presiden,” tegasnya yang disambut meriah oleh massa. Ia merasa tidak yakin karena pada

Long March Mahasiswa UNPAR: Pertama kali dalam sejarah, ribuan mahasiswa Unpar sukses menggelar Long March

Edisi 15 Mei 1998 Long March Mahasiswa Unpar, 14 Mei 1998:  Sukses, Aman, dan Simpatik  Adanya anggapan bila aksi mahasiswa turun ke jalan akan memicu kerusuhan dan memakan korban, ternyata dibantah oleh ribuan mahasiswa Unpar. Mereka membuktikannya kemarin sore, usai menghadiri mimbar akbar mahasiswa di halaman Gedung Sate. Mereka mulai berjalan dengan membentuk barisan sepanjang

Layatan ke Pemakaman Hafidhin Royan, 13 Mei 1998: Selamat Jalan Pahlawan Reformasi

Edisi 13 Mei 1998 Sekitar 100 mahasiswa Unpar dipimpin oleh Dosen Fakultas Hukum, Arif Sidharta, melayat ke makam Hafiadin Royan, pada Rabu (13/5) siang. Kembali, mahasiswa Unpar berkumpul di depan Gedung Rektorat Unpar pada Rabu (13/5) pukul 10.00 WIB, menurunkan bendera setengah tiang tanda penghormatan kepada 6 mahasiswa Trisakti yang tewas dalam insiden 12 Mei 1998.

Top