Tag Archives: klab menulis

Klab Menulis : Rokok

Klab Menulis : Rokok

Berikut 2 tulisan yang terpilih untuk tampil di website MP saat Klab Menulis edisi 31 Agustus 2018. Tema yang dipilih kali ini adalah “Rokok”.   Hidup untuk Nikotin Pelepasan dari Realita Kesenangan sementara Menunggu imbas yang akan datang Bagaikan janji-janji pemegang kuasa Akankan kami berjalan seperti ini selamanya oleh Daniel Victor Suwito, Arsitektur 2016   Kamu suka apa?

Klab Menulis : Stiker

Berikut 2 tulisan yang terpilih untuk tampil di website MP saat Klab Menulis edisi 31 Agustus 2018. Tema yang dipilih kali ini adalah “Stiker”.   Sana-sini nempel Lengket! Sana-sini nempel Merekat!   Serupa nama Serupa tindakan Semua menilai Semua menjadi-jadi Susah hilang karena sudah ditempel Oleh –   Pada saat yang sama kumpulan stiker di mejanya bertambah satu

Klab Menulis : Cepak ABRI

Berikut 2 tulisan yang dipilih untuk tampil di website MP saat Klab Menulis edisi 15 Agustus 2016. Tema yang dipilih kali ini adalah “Cepak Abri”.   Pertayaan Tentang Model Rambut   “Kenapa bro potong rambut kayak gitu?” tanyaku. Di bagian sisi kepalanya hanya tersisa rambut tipis. “Tinggal ½ cm saja,” uajarnya. Sedangkan di bagian atas kepala, rambut

Klab Menulis: LAPAR

Berikut 3 tulisan yang dipilih untuk tampil di website MP saat Klab Menulis edisi 10 September 2015. Tema yang dipilih kali ini adalah “Lapar”. tentang lapar tentang saya juga mereka saya lama lapar makan adalah solusi piring adalah tempat mereka lama lapar makan masih lapar kursi adalah tempat makan bukan solusi rampas saja terus polisi lapar polisi

Pemenang Klab Menulis Edisi Rabu, 5 Februari 2014

Kasur Oleh: Kevin Kusumah   Tempat saya tidur, bermimpi tanpa alur, tapi tidak berpikir yang syur. “Ti subuh nepikeun ka tengah poe jedur.” Kadang-kadang ngelindur, kalau kesiangan dibanjur, cara mindahinnya digusur, susah dibawa kabur, jauh dari Cianjur, kalau sedih ada yang hibur, tapi bukan Eyang subur. (Hatur nuhun ka sadayana, hapunten bilih aya kalepatan, sim

Kumpulan Cerpen Klab Menulis Volume 1

Ketika Hujan Berhenti Oleh: Yuniar Dia menendang-nendang dua selimut yang melapisinya sepanjang malam. Melirik perlahan ke arah jam dinding di atas jendela kayu yang masih tertutup. Dia bangkit sambil mengusap-usap matanya untuk memastikan jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Dengan semangat dia keluar kamar dan ribut menuruni tangga. Bibinya yang sedang memasak bubur kacang hijau

Kumpulan Cerpen Klab Menulis Volume 2

Tiga Hari yang Lalu, Sekarang, dan Nanti By: Dhenny “Lyn, mau ga lo ngisi kekosongan di hati gua?” aku bertanya pelan pada Sherlyn. “Mau minum?” tanya Sherlyn membuyarkan lamunanku. Tiga hari yang lalu, aku mengungkapkan isi hatiku padanya. Ia bersuara, namun yang aku dapati hanya kata-kata yang tak menjawab tanyaku. Entah karena aku yang lemot

Fasis

Suatu hari di akherat ketika masa penghukuman belum tiba, para penghuni akherat duduk menunggu keputusan sang kuasa. Hari itu, Benito Mussolini kembali menjumpai kawan-kawannya, Adolf Hitler dan Fransisco Franco yang tengah asyik menyeruput kopi.“Hei Adolf,” serunya setengah berbisik.” “Bagaimana menurutmu kawan?” Mussolini memalingkan mata. “Ah Benito, rencanamu sungguh indah dan baru saja kubujuk Franco, ia

Tulisan Mendadak Hiburan

Singkat cerita, kemarin kamis sore, kami yang ada di ruangan MP butuh sedikit hiburan. Bram sedang mengerjakan kata pengantar skripsinya, tapi stuck. Egi sedang mengerjakan proposal keaktifan Himpunan publik, mukanyan masam dikejar deadline. “Paling telat besok” gerutunya, sambil menceritakan pengalaman lucunya berbincang dengan sang penentu deadline. Bimo, seperti biasa, sedang menggerutu, tapi kali ini jelas

Kim

Kim berbinar-binar ketika melihat salah satu tayangan di televisi. Dia selalu berada di depan televisi pada hari selasa malam pukul 22.30-23.30. Dia akan menyingkirkan semuanya demi jam itu. Aktivitas politiknya, pacarnya, dan apa pun itu. Kim seorang yatim piatu. Ia lahir di Indonesia, meskipun ia keturunan Taiwan. Entah bagaimana orangtuanya meninggal. Yang pasti ia tidak

Top