Tag Archives: Fiksi

[Cerpen] Radiasi Termal

[Cerpen] Radiasi Termal

Tadi malam dingin. Sekarang sudah pagi dan saya tidak bisa melihat kamu dengan jelas. Saya juga tidak bisa merasakan tekstur ranjang hijau ini. Kamu menyiram tanaman-tanaman pot di taman loteng rumahmu. Rambutmu jadi tidak begitu hitam di bawah sinar matahari pagi. Ini hari ke tiga kamu lupa menyiram pohon dalam pot biru muda di ujung

[Cerpen] Pena Tanpa Tinta

  Aku rasa sekarang sekolah hanya sekedar tempat bagi para guru untuk mencari uang, ketika mengajar, mereka hanya membawa buku atau laptop dan membacakan ulang setiap kata yang ada didalamnya. Jika menjadi guru hanya sedangkal itu, bagaimana dengan murid yang diajarnya? Mungkin mereka terlalu sibuk untuk memikirkan besok makan dengan apa, dibanding memikirkan apa yang akan

Arwah Bapak untuk Adinda (Bagian 2 – TAMAT)

Aku memiliki dua sahabat, kami berteman sudah dari SD. Kedua sahabatku bernama Amira dan Mutia. Kami apa adanya, persahabatan kami cukup aneh, kami bersahabat namun selalu merasa geli saat saling memuji satu sama lain. Kami lebih sering saling mengejek, namun kami masing-masing mengetahui bahwa ejekan itu adalah pujian yang tersembunyi. Menginjak usia remaja, persahabatan kami

Arwah Bapak untuk Adinda (Bagian 1)

Kristiana Devina, Hukum 2013 Semilir angin mengantarkan aroma melati yang menusuk dari ruang tamu. Beberapa orang terlihat sedang bercengkrama serius, pemandanganku tak terlepas dari hampir separuh orang yang diselimuti mata bengkak akibat menangis. Aku dan kakak-kakakku pun begitu, Luna, kakak pertamaku tak berhenti histeris memandang bapak yang terbujur kaku. Ia tampak sangat gagah dan manis

[Fiksi] Bagian Ruang Waktu

Sebelum membuang semuanya, kamu sekali lagi membuka kantong sampah yang kamu bawa jauh-jauh ke sini. Ada gaun merah muda berenda yang kamu pakai hampir setiap hari saat kecil dulu. Berkali-kali ibu mengingatkan kamu pakai baju yang lain saja, gaun itu perlu dicuci. Tapi kamu memaksa pakai. Ada pita hitam besar yang selalu kamu pasang di

[Cerpen] Batu Berselimut Tebal

“Jadi, Manusia. Ada yang bilang kamu kerap memadankan rasa dengan bulan dan laut. Ada yang bilang kamu kerap berucap pada bulan selagi menanti. Manusia, biar saya beri tahu faktanya, kamu jangan tersinggung. Laut tidak mengagumi bulan. Kamu mengagumi, tapi bukan bulan. Manusia, bulan bukan telepon kaleng yang dihubungkan dengan benang. Bulan tidak menyampaikan pesanmu. Kamu

Top