Tag Archives: editorial

Editorial: Pelecehan Seksual, Hal Merendahkan yang Diremehkan

Editorial: Pelecehan Seksual, Hal Merendahkan yang Diremehkan

Insiden yang terjadi antara petugas parkir dan seorang mahasiswa di parkir valet B2 gedung 9 pada Jumat (17/11) lalu menjadi suatu hal yang menggegerkan di kalangan mahasiswa Unpar. Pasalnya, semenjak keterangan yang diberikan oleh korban, ada beberapa orang juga yang mengklaim pernah merasakan kejadian yang sama. Ini berakhir dengan XR, petugas valet B2 Gedung 9

Seandainya Saya Orang Papua

Kemerdekaan tentu selalu menjadi dambaan setiap orang. Tidak terkecuali semua orang ingin menentukan nasibnya sendiri tanpa paksaan dan ancaman dari pihak manapun. Hal yang sama juga dialami oleh sejumlah mahasiswa asal Papua yang turut menyeruakan hal sama. Tepatnya, pada Selasa 1 Desember 2015, sejumlah mahasiswa asal Papua menggelar aksi di bundaran Hotel Indonesia. Awalnya, sekitar

Pertaruhan

EDITORIAL – Terpilihnya calon tunggal presiden mahasiswa Unpar yang diketahui telah melakukan tindakan semi-plagiat (menyontek) menjadi pertaruhan bagi kampus Unpar. Apakah Unpar masih memenuhi komitmennya dalam memerangi tindakan plagiarisme atau memilih untuk permisif hanya untuk mengisi kekosongan jabatan presiden mahasiswa. Inilah pertaruhan Unpar melawan lupa terhadap komitmennya tersebut! Situasi hanya tersedianya calon tunggal dalam Pemilihan

Menciptakan Kampus Bebas Asap Rokok atau Mengurangi Perokok?

“Dilarang Merokok Di Areal Kampus” Tulisan ini belakangan menghiasi setiap sudut kampus. Dari pintu gerbang depan, koridor fakultas hingga tempat parkir kendaraan. Merokok memang bagian yang seakan ‘tak terpisahkan’ dari kehidupan mahasiswa di Unpar. Untuk itulah pada akhir tahun lalu rektorat mengeluarkan imbauan kepada segenap masyarakat Unpar untuk tidak merokok di lingkungan kampus. Spanduk-spanduk dibentangkan

Menggugat Fungsi MPM

EDITORIAL – Di akhir bulan april lalu, beberapa hari setelah Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PU-PM) yang memenangkan pasangan Andrew-Eldi sebagai presiden dan wakil presiden mahasiswa, puluhan mahasiswa berkumpul di depan sekretariat Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) hingga larut malam. Mereka adalah Tim sukses dari Danger dan Bioree yang menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas penyelenggaraan Pemilu

Menjelang Acara “Gelora Reformasi”: Kegiatan Seni Untuk Reformasi di Tengah Ancaman

Edisi 31 Mei 1998 “Tanggal 4 Juni bakal ada apaan sih?”, tanya seorang mahasiswa, melihat selebaran kertas bertuliskan “Gelora Reformasi” yang tertempel di papan pengumuman fakultas di Unpar. Komite Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan akan menyelenggarakan kegiatan seni bertajuk “Gelora Reformasi” pada 4 Juni 1998 malam, di Plaza GSG. Acara yang diketuai oleh I. Loyola I.K.

Pernyataan Sikap Mahasiswa Unpar Menanggapi Pengunduran diri Suharto

Edisi 22 Mei 1998 Pernyataan Sikap Mahasiswa Unpar Menanggapi Keputusan Pengunduran Diri Suharto dan Penunjukan B.J. Habibie Sebagai Presiden RI Tuntutan Reformasi tidak selesai dengan pengunduran diri Suharto sebagai Presiden dan Pengangkatan Wakil Presiden B.J. Habibie sebagai Presiden RI yang baru. Upaya Konstitusional untuk menjawab tuntutan reformasi adalah melalui mekanisme Sidang Istimewa MPR dengan agenda

Komite Mahasiswa Unpar : Agenda Reformasi Tahap Kedua

Komite Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Bandung Bandung, 21 Mei 1998 Agenda Reformasi Tahap Kedua Agenda perjuangan menurunkan Suharto sebagai Presiden RI telah berhasil secara konstitusional Namun dengan pengunduran diri Suharto dan pengangkatan Wapres B.J. Habibie sebagai Presiden RI yang baru dinilai belum menjawab tuntutan reformassi total yang selama ini diperjuangkan oleh Mahasiswa dan Rakyat Indonesia

Berkumpul di lapangan Gasibu dan Gedung Sate (Sumber: Arsitektur ITB)

Long March Unpar II, 20 Mei 1998: Berangkat Jalan Kaki, Pulang Juga Jalan Kaki

Edisi 21 Mei 1998 Sekali lagi Mahasiswa Unpar membuktikan turun ke jalan ternyata tidak berbuntut kerusuhan. Tanggal 20 Mei ’98 seakan-akan menjadi momok yang menakutkan masyarakat Bandung , karena diduga akan timbul kerusuhan berkaitan dengan aksi unjuk rasa mahasiswa besar-besaran. Namun sekali lagi seluruh mahasiswa Bandung menjawab bahwa aksi yang mereka lakukan benar-benar damai tanpa

Aksi Keluarga Besar Mahasiswa Unpar, 19 Mei 1998 Menghendaki Presiden Soeharto Meletakkan Jabatan

Edisi 20 Mei 1998 Sehari sebelum Hari Kebangkitan Nasional, Mahasiswa Unpar kembali mengadakan aksi di Kampus Merdeka dan Ciumbuleuit. Dalam aksi tersebut, tuntutan agar Presiden Soeharto meletakkan jabatan, serta permohonan agar waktu penyelenggaraan Ujian Akhir Semester Unpar diutarakan. Kembali, aksi menuntut reformasi digelar di Kampus Merdeka pada pukul 10.00 WIB. Seperti aksi-aksi sebelumnya, para mahasiswa

Top