Tag Archives: 1998

Tanggapan Terhadap Aksi Peringatan 17 Tahun Reformasi Oleh PM Unpar

Tanggapan Terhadap Aksi Peringatan 17 Tahun Reformasi Oleh PM Unpar

Oleh: Joshua Valentino* Dalam rangka 17 tahun reformasi, Persatuan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (PM Unpar) mengadakan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung untuk menyatakan sikapnya. Penegakan hukum, stabilitas ekonomi dan politik artifisal menjadi bahasan utama dari tuntutan yang diberikan. Dalam hal ini, memang merupakan hak mahasiswa dalam menyuarakan pendapat, dan bukan tujuan tulisan ini

Video: Aksi Persatuan Mahasiswa Unpar Memperingati 17 Tahun Reformasi

Aksi Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar di halaman Gedung Sate pada hari Kamis (21/5) terkait peringatan 17 tahun reformasi sekaligus hari Kebangkitan Nasional. Mereka menyatakan sikap terhadap pemerintahan Jokowi-JK yang dianggap tidak mampu melahirkan pemerintahan yang efektif serta hanya melahirkan rezim yang memelihara mafia oligarki. Acara diisi dengan pernyataan sikap, orasi, pembacaan puisi dan aksi teatrikal

Foto: Aksi PM Unpar Memperingati 17 Tahun Reformasi Di Halaman Gedung Sate

MP, BANDUNG – Aksi Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan 17 tahun Reformasi di halaman Gedung Sate, Kamis (21/5). Aksi diisi dengan orasi, pembacaan puisi dan teatrikal oleh Kamisan Bandung. (Aksi PM Unpar: Rezim Jokowi-JK Memelihara Mafia Oligarki) Foto: Dok. MP (Video: Aksi Persatuan Mahasiswa Unpar Memperingati 17 Tahun Reformasi)

Aksi PM Unpar: Rezim Jokowi-JK Memelihara Mafia Oligarki

MP, BANDUNG – Memperingati 17 tahun reformasi Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar melakukan aksi damai. Aksi ini sebagai bentuk kritik terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Salah satu poin yang disampaikan adalah pemeritah saat ini dianggap  hanya mampu melahirkan rezim yang memelihara mafia oligarki. Aksi berlangsung pada Kamis (21/05) di halaman Gedung Sate. “Oligarki politik justru tumbuh subur,” ujar Pricilla Justian (Manajemen 2011)

Menjelang Acara “Gelora Reformasi”: Kegiatan Seni Untuk Reformasi di Tengah Ancaman

Edisi 31 Mei 1998 “Tanggal 4 Juni bakal ada apaan sih?”, tanya seorang mahasiswa, melihat selebaran kertas bertuliskan “Gelora Reformasi” yang tertempel di papan pengumuman fakultas di Unpar. Komite Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan akan menyelenggarakan kegiatan seni bertajuk “Gelora Reformasi” pada 4 Juni 1998 malam, di Plaza GSG. Acara yang diketuai oleh I. Loyola I.K.

Pernyataan Sikap Mahasiswa Unpar Menanggapi Pengunduran diri Suharto

Edisi 22 Mei 1998 Pernyataan Sikap Mahasiswa Unpar Menanggapi Keputusan Pengunduran Diri Suharto dan Penunjukan B.J. Habibie Sebagai Presiden RI Tuntutan Reformasi tidak selesai dengan pengunduran diri Suharto sebagai Presiden dan Pengangkatan Wakil Presiden B.J. Habibie sebagai Presiden RI yang baru. Upaya Konstitusional untuk menjawab tuntutan reformasi adalah melalui mekanisme Sidang Istimewa MPR dengan agenda

Komite Mahasiswa Unpar : Agenda Reformasi Tahap Kedua

Komite Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Bandung Bandung, 21 Mei 1998 Agenda Reformasi Tahap Kedua Agenda perjuangan menurunkan Suharto sebagai Presiden RI telah berhasil secara konstitusional Namun dengan pengunduran diri Suharto dan pengangkatan Wapres B.J. Habibie sebagai Presiden RI yang baru dinilai belum menjawab tuntutan reformassi total yang selama ini diperjuangkan oleh Mahasiswa dan Rakyat Indonesia

Berkumpul di lapangan Gasibu dan Gedung Sate (Sumber: Arsitektur ITB)

Long March Unpar II, 20 Mei 1998: Berangkat Jalan Kaki, Pulang Juga Jalan Kaki

Edisi 21 Mei 1998 Sekali lagi Mahasiswa Unpar membuktikan turun ke jalan ternyata tidak berbuntut kerusuhan. Tanggal 20 Mei ’98 seakan-akan menjadi momok yang menakutkan masyarakat Bandung , karena diduga akan timbul kerusuhan berkaitan dengan aksi unjuk rasa mahasiswa besar-besaran. Namun sekali lagi seluruh mahasiswa Bandung menjawab bahwa aksi yang mereka lakukan benar-benar damai tanpa

Aksi Keluarga Besar Mahasiswa Unpar, 19 Mei 1998 Menghendaki Presiden Soeharto Meletakkan Jabatan

Edisi 20 Mei 1998 Sehari sebelum Hari Kebangkitan Nasional, Mahasiswa Unpar kembali mengadakan aksi di Kampus Merdeka dan Ciumbuleuit. Dalam aksi tersebut, tuntutan agar Presiden Soeharto meletakkan jabatan, serta permohonan agar waktu penyelenggaraan Ujian Akhir Semester Unpar diutarakan. Kembali, aksi menuntut reformasi digelar di Kampus Merdeka pada pukul 10.00 WIB. Seperti aksi-aksi sebelumnya, para mahasiswa

Aksi Gerakan Nurani Kaum Berjubah, 15 Mei 1998: Rohaniwan Katolik Pun Aksi

Edisi 18 Mei 1998 Puluhan rohaniwan Katolik yang terdiri dari Frater, Suster, dan Pastor, secara mengejutkan melakukan aksi di Kampus Unpar Ciumbuleuit, Jum’at (15/5) lalu. Pada pukul 10.00 WIB, sekitar seratus rohaniwan Katolik sambil menyanyikan “Tuhan Berikanlah” (“Nearer My God to Thee”) memulai arak-arakan memutari kampus Unpar, sambil mengajak seluruh civitas akademika yang terketuk hatinya

Top