Stop Street Harasment: Sadarkan Perempuan untuk Berani Bertindak

MP/ Jasmine Permatahati MP/ Jasmine Permatahati

STOPPRESS MP, UNPAR – Acara Stop Street Harassment diadakan oleh Komisi Nasional (Komnas) Perempuan pada tahun 2014 ini bertema “Sadarkan Perempuan untuk Berani Bertindak”. Street Harassment adalah salah satu bentuk pelecehan seksual yang tanpa sadari sering dialami para perempuan tetapi paling minim dilaporkan. Acara ini dimulai pada tanggal 24 November 2014 dan berakhir pada 9 Desember mendatang.

Acara ini diadakan setiap tahun, berbeda dengan tahun lalu yang berfokus pada kekerasan perempuan dalam rumah tangga, tahun 2014 ini berfokus pada perlawanan kekerasan terhadap perempuan secara umum. “Kita menyasar fokus tersebut karena mengikuti tren internasional juga target pengesahan RUU,” kata Ismoro Reza selaku ketua acara. Beberapa peserta sampai ada yang ikut kampanye hingga sekarang.”

Acara diskusi dan pemutaran film ini membahas mengenai pengaruh media dalam mengkonstruksi dan mensosialisasikan ide-ide tubuh perempuan sebagai objek sosial. Pada acara ini dibahas bagaimana dari masa ke masa media membentuk citra perempuan ideal dan bagaimana hal ini membuat publik membentuk penilaian tertentu terhadap perempuan. “ Citra cantik perempuan dibentuk sedemikian oleh media, seperti berkulit putih, rambut hitam lurus, dan tinggi semampai, padahal cantik menurut berbagai budaya berbeda-beda. Dan mereka berhasil melakukan labelling ini,” ungkap Pay Siregar selaku pembicara diskusi.

Salah satu peserta diskusi, Dyah (Bisnis, 2012) mengatakan melalui acara ini  dia menjadi tahu pengaruh media terhadap kehidupannya, ternyata tanpa disadari masyarakat sudah dijejali berbagai macam nilai superioritas  satu ras dengan ras yang lainnya. “Melalui acara diskusi ini aku jadi lebih memilih media mana yang bagus dan aman dikonsumsi kita,” katanya.

Acara pemutaran film dan diskusi mengenai Media dan Street Harassment yang diadakan di Audio Visual Fisip Unpar pada Jumat (28/11) merupakan salah satu rangkaian besar dari kampanye Komnas Perempuan untuk mengadvokasi pengesahan RUU mengenai pelindungan wanita dari pelecehan seksual. Selain kampanye, Komnas Perempuan juga mengajak para peserta diskusi ini untuk mengisi petisi sebagai bentuk dukungan terhadap pengesahan RUU tersebut. Acara ini berlangsung di lima universitas di Bandung yaitu Maranatha, UIN Bandung, Unpar, Unisba, dan Unpad.

JASMINE PERMATAHATI/ ZAHRA ZAKIAH

Related posts

*

*

Top