Sosialisasi Pemilu di FISIP Sepi Pengunjung

stoppress mp - Tanggapan mahasiswa / Veronika stoppress mp - Tanggapan mahasiswa / Veronika

STOPPRESS, MP Unpar – Sosialisasi pemilu unpar (PUPM-Unpar) yang pelaksanaannya dibantu oleh himpunan-himpunan dari FISIP di tangga aborsi Rabu (16/4), sepi pengunjung. Dari seluruh mahasiswa Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, dan Hubungan Internasional angkatan 2013 yang diundang, hanya sekitar 65 orang yang hadir.

Berkaitan dengan pemilu Unpar yang akan dilangsungkan 29-30 April mendatang, pihak himpunan fakultas FISIP mengadakan sosialisasi pada mahasiswa baru angkatan 2013 di fakultasnya. Namun, meski undangan telah disebar sejak hari minggu (13/4/2014), tingkat kehadiran mahasiswa yang datang kurang dari sepuluh persen.

Menurut Fahri, ketua angkatan FISIP 2013, rendahnya tingkat partisipasi mahasiswa FISIP 2013 bukan karena kurangnya sosialisasi. “Soal sosialisasi, kita sudah gencar”, ujarnya. Menurutnya, kurang aktifnya kehidupan politik di lingkungan FISIP-lah penyebabnya. “2013 ada di posisi yang tidak tahu apa-apa mengenai pemilu, dan gak ada aura-aura politik yang mengarah ke arah situ. Kalau kabar mengenai himpunan dan fakultas kan sering, ada presence walaupun verbal. Tapi kalau LKM kurang presence-nya, sehingga kita cuma mikirin himpunan dan FISIP itu sendiri.”

Meski begitu, ia menghimbau mahasiswa 2013 untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu mendatang. “Partisipasi aja dulu. Ngerti ngga ngerti, yang penting partisipasi aja dulu”, lanjut mahasiswa Hubungan Internasional ini.

Arga, yang merupakan perwakilan dari HMPSHI yang turut melangsungkan sosialisasi, pun mengungkapkan hal serupa. “Apatisnya mahasiswa mungkin satu dari beberapa alasan yang tepat, cuma kita gabisa maksain mereka untuk datang atau ngga. Kita kembalikan lagi ke mahasiswanya.” Namun ia tetap optimis dan mengharapkan mahasiswa yang datang untuk menyebarkan kabar mengenai pemilu ke mahasiswa lainnya. “Acara apapun tidak dapat mencapai tingkat maksimal. Yang bisa kita harapkan adalah berkembangnya informasi dari orang yang datang,” tambahnya.

Meski kehadiran mahasiswa dalam sosialisasi rendah, namun tingkat partisipasi riil dalam pemilu masih belum bisa disimpulkan karena hanya bisa dibuktikan pada hari pelaksanannya. Menurut Arga, berdasarkan pendataan dan statistik yang ada, tingkat partisipasi mahasiswa FISIP tahun kemarin mencapai 800-900 suara. Ia berharap pada pemilu tahun ini angka partisipasi dapat bertahan atau meningkat. “Semoga mahasiswa Unpar secara keseluruhan dapat menggunakan aspirasinya secara cerdas dan memilih dengan bijak,” harapnya.

Dalam rangka sosialisasi pemilu, KPU Pusat berkoordinasi dengan pihak himpunan-himpunan fakultas yang tergabung dalam KPU-F (KPU-Fakultas) dan KPU-PS (KPU-Program Studi) untuk menghimbau mahasiswa-mahasiswanya agar berpartisipasi dalam pemilu mendatang. Informasi yang disampaikan KPU Pusat melalui KPU-F dan KPU-PS diantaranya mengenai simulasi pemilihan dengan sistem e-vote, tata cara pemilihan ketika ada calon tunggal, dan jadwal-jadwal yang berhubungan dengan pemilu Unpar.

RAIHAN DARY HENRIANA | NADHILA RENALDI

Related posts

*

*

Top