‘Solidarity Has No Colours’, Sebuah Kritik Keberadaan Partai Di Fakultas Hukum

Solidarity Has No Colours Solidarity Has No Colours

STOPPRESS MP, UNPAR – Sebuah poster kecil berukuran tak lebih besar dari A4 nampaknya menjadi sebuah permasalahan dalam Pemilihan Umum di Fakultas Hukum tahun 2014 ini. Beberapa waktu lalu, sempat beredar poster berisi ilustrasi dua orang yang tengah saling merangkul. Kedua orang ini masing-masing mengenakan kaos berwarna merah dan biru. Di sebelah kiri mereka, terlihat angka “2” yang menempel di pilar, sedangkan di punggung keduanya tercetak angka “1” dan “3”. Di bagian bawah, tercetak kalimat “Solidarity has no colours”. Namun, belum seberapa lama poster ini muncul, beredar kabar bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Unpar melarang penyebarannya.

Poster tersebut merupakan alat kampanye salah satu cakahim dari Fakultas Hukum, Zahid Johar Awal. Zahid sendiri tak lain adalah satu-satunya kandidat ketua himpunan yang tidak berasal dari partai mana pun yang secara tak resmi ada di Fakultas Hukum. Menurut Zahid, ide poster ini berasal dari beberapa senior dan swasta yang menolak perpartaian di lingkungan FH. Senior-senior ini kemudian memberikan kepadanya karena ia adalah satu-satunya calon ketua himpunan yang independen tanpa partai. Menurut mereka adanya perpartaian di lingkungan Fakultas Hukum justru menimbulkan perpecahan dan biasanya menjadi pemicu ricuh yang sering terjadi di Fakultas Hukum.

“Memang mungkin kalau bersatu susah, tapi setidaknya mereka bisa saling menghargai. Mereka (senior dan swasta) memberikan poster ini ke saya karna saya satu-satunya calon ketua himpunan yang independen tanpa partai, untuk disebarkan yang diharapkan poster ini bisa membantu,” ujar Zahid saat ditemui MP pada selasa (29/4).

Zahid mengajukan poster tersebut kepada KPU sebagai alat peraga kampanyenya namun  ditolak dengan alasan poster tersebut dapat memicu perkelahian di FH Unpar.“Mereka mengatakan bahwa poster itu takutnya malah meributkan pihak saya, karna awalnya di poster itu ada nama saya di bawahnya yang akhirnya dipotong karna tidak ingin muncul adanya kesalahpahaman,” ujar Zahid yang juga merupakan ketua UKM Tarung Derajat.

Pihak KPU pun membenarkan penolakan tersebut. Menurut pihaknya poster tersebut tidak hanya dapat membahayakan Zahid, tetapi juga Fakultas Hukum karena berisi muatan yang sensitif. “Pihak kami tidak ingin poster tersebut justru menjadi sumbe kericuhan di Fakultas Hukum,” ujar Yosef N. Gea yang merupakan ketua KPU saat ditemui pada selasa (29/4).

Zahid mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki intensi negatif dalam menyebarkannya. Pihaknya tidak bermaksud menjelek-jelekan salah satu pihak namun justru ingin membawa pesan positif kepada mahasiswa Fakultas Hukum agar tidak terpecah karena warna partai.

Menanggapi pelarangan tersebut, beberapa swasta dan senior Fakultas Hukum menyarankan kepadanya lebih baik poster tersebut tetap disebarkan oleh mahasiswa biasa selain tim kampanye Zahid. “ Kami ingin menunjukkan bahwa latar belakang poster ini disebarkan bukan semata-mata karna kampanye tapi adanya tujuan baik agar perbedaan di fakultas kita dapat membaur,” ujar Zahid.

Zahid menegaskan bahwa dirinya siap dijatuhi sanksi pemotongan jumlah suara agar poster tersebut tetap dapat disebarkan. “Yang namanya fakultas hukum itu ya berarti milik mahasiswa fakultas hukum, bukan milik salah satu golongan dan sebagainya. Dan perlu diingat bahwa bukan saya yang menyebarkan poster itu, tapi lewat teman-teman yang sependapat dengan saya,” tegasnya.

RAIHAN DARY HENRIANA, VERONICA DWI LESTARI, SHERLY NEFRIZA | CHARLIE ALBAJILI

Related posts

*

*

Top