Socratime: “Media Black Out of Occupy Wall Street: Is It Just Not Newsworthy Enough?”

STOPPRESS, UNPAR (3/11) – Kamis (3/11), Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah Internasional kembali mengadakan diskusi Socratime yang bertempat di Taman FISIP, UNPAR.

Dengan mengangkat topik “Media Black Out of Occupy Wall Street: Is It Just Not Newsworthy Enough?”, Socratime kali ini dihadiri dengan antusias oleh para mahasiswa jurusan Hubungan Internasional lintas angkatan. Berkembangnya isu Occupy Wall Street yang sudah terdiseminasi di kalangan masyarakat dunia menjadi alasan kuat mengapa topik tersebut dipilih dalam Socratime kali ini.

“Occupy Wall Street sudah tidak pada jalurnya, awalnya saya setuju dengan tujuan utama dari gerakan ini, tapi seiring dengan perkembangannya, keamanan para demonstran juga menjadi salah satu alasan mengapa gerakan ini harus dihentikan”, ungkap Adrianus Ardhi (20 / HI 2009), salah satu mahasiswa yang hadir.

Diskusi ini seharusnya lebih terfokus pada peran media dan pelemahan media dalam mengusut gerakan Occupy Wall Street, namun perdebatan yang mencuat pada akhirnya lebih mengarah pada pro dan kontra  dari gerakan tersebut.

“Masyarakat tidak menemukan alternatif lain, ini merupakan dampak sistemik dari adanya krisis global pada tahun 2008”, ungkap Dimas Muhammad (20 / HI 2009), yang juga telah mengaspirasikan pendapat pro terhadap gerakan ini.

Socratime merupakan salah satu program Divisi Materi Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah Internasional (KSMPMI) yang bersifat terbuka untuk umum. Diskusi informal kecil yang setiap Kamis diadakan di Taman FISIP ini berupaya untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi and pendapatnya mengenai isu-isu internasional yang sedang mencuat dan patut dianalisa.

“Ini kali ketiga saya mengikuti diskusi Socratime dan saya rasa sangat bermanfaat. Kalau hanya baca dan nonton berita saya tidak akan mendapatkan analisa mendalam seperti yang saya dapatkan di dalam diskusi Socratime”, tutur Vidya Nur Oktaviana (18 / HI 2011) yang juga tutur hadir dalam diskusi kali ini.

(Shafira Ayunindya / Banyubening)

Related posts

*

*

Top