Sistem Electronic Vote Dianggap Lebih Ramah Lingkungan

STOPPRESS MP,UNPAR – Sistem klik (electronic vote) yang digunakan Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahsiswa (KPU-PM) UNPAR dalam mekanisme pengumpulan suara pada Pemilu tahun ini dianggap lebih eco-friendly atau ramah lingkungan.

Salah satu alasan perubahan sistem Pemilu ini menurut Chandra Pratama Sudiro (Teknik Industri 2010) selaku ketua KPU-PM tahun ini, didasari oleh isu lingkungan, khususnya pemanasan global. “Misalnya saja, mahasiswa Unpar yang aktif ada 10.000 orang, sehingga kita harus mencetak kertas Pemilu sebanyak itu. Sedangkan kondisinya, yang memilih hanya 6.500 orang, berarti 3.500 kertas terbuang. Bayangkan berapa banyak pohon yang sudah kita sia-siakan”, Kata Chandra ketika ditemui di sekretariat Majelis Perwakilan Mahasiswa Rabu (10/04).

Chandra menambahkan bahwa mekanisme pengumpulan suara tersebut sangat “eco-friendly” karena walaupun hasil input suara tersebut pada akhirnya di print dan dimasukkan kedalam kotak suara, kertas tersebut berukuran lebih kecil dan di dalam satu kertas tersebut sudah mencakup hasil pilihan presiden, MPM, serta ketua Himpunan.

Selain itu, efisiensi waktu merupakan salah satu keuntungan yang didapatkan dari Pemilu dengan sistem baru ini. “Bayangkan saja ada 6.500 mahasiswa memilih calon MPM, Presiden Mahasiswa dan Ketua Himpunan, nantinya akan banyak waktu yang akan terbuang. Sedangkan dengan teknologi ini, kita bisa efisensi waktu sangat jauh ”, kata Chandra.

“Jika kita memakai sistem pemilu yang lama, berarti kira-kira ada 21 ribu kertas suara yang harus dihitung dan itu perhitungannya bisa memakan waktu sampai pagi,” terang Chandra.

Penggunaan e-vote sehubungan dengan perubahan sistem pemungutan suara yang akan berlangsung saat Pemilu Unpar tahun ini. Sistem e-vote akan digunakan untuk menggantikan sistem coblos kertas. Pemilu Unpar sendiri akan berlangsung pada tanggal 22-23 April 2013.

(Nadhila Renaldi, Blandina Lintang/ Adytio Nugroho)

Related posts

*

*

Top