SINDU, Alasan Keterlibatan Rektorat Dalam INAP 2013

 STOPPRESS MP, UNPAR – Dalam pelaksanaan Inisiasi dan Adaptasi (INAP) Gabungan 2013, rektorat telah membuat sebuah konsep baru. Rektorat memberikan materi penanaman nilai dasar yang diberi nama “SINDU”. SINDU sendiri adalah singkatan dari “Spiritualitas dan Nilai Dasar Unpar”. 

“Kami ingin kembali memaknai nilai-nilai dasar yang dibuat oleh para pendiri Unpar, sehingga mahasiswa baru bisa menghidupi nilai-nilai tersebut dan mengubah mindset mereka. Tidak hanya mahasiswa baru tapi juga untuk panitia,” kata Romo Tarpin selaku Pembantu Rektor 3 ketika ditemui MP di ruangannya pada hari Senin (12/08).

Materi SINDU akan dimasukan pada materi INAP Gabungan hari pertama, Selasa (13/8). Tarpin menjelaskan alasan materi SINDU diberikan pada masa INAP agar nilai-nilai bisa tertanam sejak dini dan mahasiswa dapat memahami nilai-nilai tersebut.

Sementara Presiden mahasiswa Andrew Renaldy (Hukum 2010) menyayangkan penambahan materi SINDU. Menurutnya, selain menganggu susunan acara yang telah Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) buat sebelumnya, waktu pemberian materi juga dianggap terlalu singkat. “Nilai-nilainya bagus, tapi sayang waktunya satu hari.” Andrew mengatakan akan sulit bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai tersebut dalam waktu singkat. “Kecuali waktu INAP Gabungan ditambah,” ucapnya.

Sebelumnya pihak Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) sendiri sempat mengajukan rekomendasi kepada pihak rektorat dengan mengajukan pembinaan jangka panjang untuk memberikan materi SINDU. “Namun tidak menemui titik temu,” ujar Andrew.

Pihak rektorat telah merumuskan SINDU dari tahun 2012 dan menghasilkan sebuah transkrip yang berisi nilai-nilai dasar Unpar. Nilai-nilai dasar yang tercantum dalam SINDU sendiri antara lain nilai keterbukaan, kejujuran, dan sikap transformatif.

Adapun materi SINDU akan diberikan rektorat melalui sistem kelas. Setelah mahasiswa baru dikumpulkan dalam sidang senat, mereka akan masuk kelas di beberapa gedung Unpar. Satu kelas terdiri dari 50 mahasiswa baru, 1 orang dosen dan 2 orang fasilitator.

(Charlie, Adytio Nugroho)

Related posts

*

*

Top