Seorang Pengawas Ujian Beri Perlakuan Kasar Pada Mahasiswa

Ilustrasi Ujian / dok fajar.co.id Ilustrasi Ujian / dok fajar.co.id

STOPPRESS MP, UNPAR – Andrian Dharmawan (HI 2013) mendapat perlakuan kasar dari Mohammad Hasbi Maarif selaku pengawas ujian ruang 10207 seusai ujian Kewarganegaraan pada Jumat (11/12) lalu. Perlakuan kasar ini sendiri dipicu oleh protes Andrian mengenai ketidaksesuaian antara waktu yang ditetapkan oleh pengawas dengan waktu yang tercantum dalam keterangan soal.

“Saat di luar kelas, saya kembali berargumen dengan pengawas, namun  beliau menyuruh saya  diam dengan suara keras. Baru sesudah itu saya didorong sampai menabrak dinding,” ungkap Andrian saat diwawancarai di gedung 10 pada hari yang sama dengan kejadian tersebut.

Saat dimintai keterangan, Andrian mengatakan bahwa pengawas sudah menjawab dengan nada kurang enak saat ia memprotes perbedaan waktu. Adapun protes tersebut terjadi lantaran pengawas memulai ujian pada pukul 07:58 WIB dan menyatakan ujian berakhir pada pukul 08:58 WIB. Sementara di kertas ujian tercantum waktu ujian dimulai pada pukul 08:00 dan berakhir pada pukul 09:00.

Karena tidak ingin menimbulkan kegaduhan di dalam ruang ujian, maka Andrian mengumpulkan kertas ujian. Setelah mengumpulkan, ia pun berencana berdiskusi lagi dengan pengawas ujian di luar kelas. Saat di luar kelas, Andrian melihat pengawas tersebut keluar ruangan dan menghampirinya dengan niat mengajak diskusi soal waktu pengerjaan ujian. Namun, sebelum Andrian sempat berbicara, Maarif berkata, “Ada masalah ya sama saya?”

Saat dimintai klarifikasi, Mohammad Hasbi Maarif sendiri mengakui bahwa perlakuan kasar itu memang terjadi karena Andrian dianggap tidak memiliki sopan-santun saat memprotes. Menurut pengakuan Maarif, Andrian berkata seenaknya dan mencegatnya sewaktu ia baru keluar dari ruangan ujian. “Nada bicaranya juga meninggi saat berbicara dengan saya,” ujarnya saat diwawancara di  ruangannya pada Jumat (11/12) lalu. “Namun memang saya akui tindakan saya berlebihan,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai peraturan waktu, Maarif menjawab bahwa dirinya sudah memastikan jam ujian dimulai pada pukul 07:58 dan berakhir pukul 08:58 sehingga tepat 60 menit. “Lantas peraturan mana yang saya langgar? Lagi pula jam di tiap ruangan gedung 10 menunjukan waktu yang berbeda-beda. Silakan dicek sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Alya Nurshabrina (HI 2013) selaku saksi mata yang berada di lokasi kejadian menyatakan bahwa  memang benar ada perlakuan kasar dari pengawas. Menurut pengakuan Alya, saat itu Andrian memang menghampiri pengawas dan menanyakan namanya. Namun, pengawas bereaksi dengan menarik Andrian sambil setengah menyeret ke ruangannya dan berakhir dengan berdebat di dekat papan mading lantai 2.

Alya juga menambahkan bahwa Andrian sempat membantah kata-kata pengawas saat berdebat dengan nada bicara yang baik-baik. “Justru pengawasnya yang lebih emosi sampai berteriak, dan mendorong Andrian hingga menabrak papan mading,” ungkap Alya. “Setelah itu ada pengawas lain yang membawa pergi pengawas yang marah-marah itu,” tambahnya.

Sebagai respon dari kejadian itu,  Andrian telah mengajukan aduan melalui lembar aspirasi Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM).

Dyaning Pangestika

Related posts

5 Comments

  1. Yanto said:

    Perbuatan yang tidak terpuji dari Pak Maarif…harus diberikan peringatan atas sikapnya yang kelewatan…

  2. Daniel said:

    Bagi saya protes seperti ini tidak terlalu bermanfaat. Kalau memang ingin bertindak kritis kenapa tidak dari awal menolak untuk memulai lebih awal kenapa harus di akhir saat ujian sudah selesai. Kalau ingin bersifat kritis cobalah bersifat kritis untuk hal yang lebih bermanfaat.

  3. Pingkan Audrine said:

    Maaf tapi saya rasa ada kesalahan penulisan dari kepanjangan MPM dalam artikel ini. Bukan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa melainkan Majelis Perwakilan Mahasiswa. Terima kasih.

    • MP said:

      Terima kasih sudah diingatkan, singkatan yang salah tersebut sudah kami ralat.
      Kedepannya akan lebih behati-hati.

*

*

Top