Sempat Vakum, KLTP Hadir Lagi

A Separation. Dok. KLTP A Separation. Dok. KLTP

Komunitas Layar Tancap Parahyangan (KLTP) kembali melakukan pertemuan pada hari Senin (21/9) bertempat di Co-Op Space Unpar setelah sempat vakum selama beberapa waktu.

“KLTP dilaksanakan kembali dalam rangka membangun kembali suatu komunitas penggemar film di Unpar”, ucap Zico Sitorus (Hubungan Internasional 2013) selaku penanggung jawab KLTP saat ditemui pada pemutaran film Senin (21/9).

Pertemuan kedua yang diadakan Senin lalu itu menayangkan film A Separation, sebuah film yang mengambil tempat di Iran. Dalam film itu tiap-tiap tokoh mencoba untuk menjalani kehidupan yang baik dalam batas-batas agama yang diyakini.

Hal tersebut mengarahkan mereka pada ketidakharmonisan karena tidak ada satupun aturan yang dapat menjelaskan perasaan manusia. Tidak seperti biasanya, film tersebut melibatkan langsung penonton dengan cara yang tidak biasa. Walaupun dapat melihat suatu keadaan dari logika, perasaan kita sering tidak setuju.

KLTP yang digagas oleh Mirza Fahmi (Hubungan Internasional 2005) telah berdiri pada tahun 2014. Namun, kegiatan tersebut sempat vakum selama 1-2 tahun karena perhatian anggota beralih ke hal lain.

Atas inisiatif beberapa anggota yang mengajukan idenya, KLTP kembali aktif menjadi wadah para penikmat film di kalangan mahasiswa Unpar. Pemutaran film dilakukan setiap hari Senin pukul 17.00 setiap dua minggu sekali di Co-Op Space. Peserta juga melakukan diskusi terkait masalah teknis film
Anastasia/ Vincent Fabian

Related posts

5 Comments

  1. mirza fahmi said:

    Ralat sedikit teman-teman Media Parahyangan. Saya angkatan 2008. Yang angkatan 2005 itu Egi Primayogha

  2. mirza fahmi said:

    Satu lagi: ” (KLTP)telah berdiri pada tahun 2014. Namun, kegiatan tersebut sempat vakum selama 1-2 tahun karena perhatian anggota beralih ke hal lain…”

  3. Egi P said:

    Teman-teman yang baik. Jangan sampai lupa untuk melakukan cek valid-tidaknya informasi yang didapat. Di sini komunikasi antara penulis berita dan editor menjadi penting. Pun begitu juga dengan ralat yang disampaikan dalam kolom komentar ini, jika hendak dijadikan bahan lanjutan, jangan sampai luput ditelusuri validitasnya.

    Tetap kritis ya teman-teman.
    Salam.

*

*

Top