Sempat Tolak Sponsorship, Unpar Terima Beasiswa Rokok

Surat Teguran Sponsorship dan Surat Penawaran Beasiswa Djarum Plus. Dok/ PM UNPAR/ BKA UNPAR Surat Teguran Sponsorship dan Surat Penawaran Beasiswa Djarum Plus. Dok/ PM UNPAR/ BKA UNPAR

STOPPRESS MP, UNPAR – Mangadar Situmorang selaku Rektor Unpar menegaskan bahwa kampus tetap akan menerima beasiswa yang berasal dari yayasan bentukan perusahaan rokok. Sebelumnya, rektorat melalui SK Rektor tentang rokok sempat melarang penggunaan dana sponsorship. Namun, ia beranggapan bahwa uang beasiswa tersebut mungkin tidak diperoleh dari penjualan rokok, tetapi sektor lain.

“Kita tidak menerima bantuan atau sponsorhip dari perusahan yang ekplisit berdampak negatif seperti rokok. Tapi ketika kemudian bernama yayasan, maka sampai sekarang kita masih menerima,” ucap Mangadar Situmorang saat diwawancarai di ruangannya pada Rabu (28/9) lalu. “Dan masih ada mahasiswa yang mendapatkan bantuan keuangan dari yayasan bentukan perusahaan rokok,” tambahnya.

Pada 7 Juni 2016 lalu, rektorat melalui Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan memberikan surat teguran tertulis kepada Presiden Mahasiswa Periode 2015/2016. Surat teguran tertulis itu ditujukan terkait pelaksanaan salah satu program kerja Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) yang berlangsung pada Mei 2016 lalu.

“Yang bersangkutan sudah dilarang oleh WR 3 namun tetap melaksanakan kegiatan tersebut dengan menggunakan sponsorship dari perusahaan rokok,” ucap surat teguran tertulis yang kemudian dimuat di media internal Unpar itu.

Sebelumnya, surat Djarum Beasiswa Plus yang ditujukan pada Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan, menginformasikan pembukaan pendaftaran program beasiswa. Surat yang di-upload di website Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) itu memiliki periode pendaftaran 12 April s/d 27 Mei 2016.

Pada 13 September 2016, sekitar dua belas mahasiswa dinyatakan telah lolos seleksi dan menerima beasiswa senilai Rp. 750.000,-/ bulan dari September 2016 s/d Agustus 2017.

Berkaitan dengan beasiswa, Mangadar pun menganggap bahwa beasiswa yang berasal dari foundation (yayasan) belum tentu mengambil dananya dari penjualan rokok. Menurutnya, dana yang dikumpulkan yayasan bentukan perusahaan rokok tersebut mungkin berasal dari sektor lain.  Misalnya properti, keuangan, dan perbankan.

Meskipun demikian, Matheus Setiyanto selaku Ketua BKA memiliki pendapat lain. “Eh enggak boleh. Walaupun foundation gitu kemarin kita sudah sepakat tidak menerima, nanti tidak konsisten. Kita melarang-larang tapi kita sendiri terima,” jelasnya.

Terkait kerjasama dengan yayasan bentukan perusahaan rokok, Mangadar mengaku pihak rektorat masih mengambil sikap untuk meluruskan kerjasama itu. “Itu kerjasama dengan badan-badan yang kerjasama soal beasiswa. Sekali lagi dengan lembaga yang cukup jelas sumber keuangannya,” ujarnya.

 

VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top