Sempat Ditolak, Rektorat Tetap Pindahkan Ruang MPM

Sekretariat Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UNPAR. Dok/MP Sekretariat Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UNPAR. Dok/MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Sekretariat Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) diputuskan akan dipindahkan ke dalam ruang Biro Kemahasiswaaan dan Alumni (BKA). Meskipun MPM menolak, pemindahan ruangan itu tetap akan dilakukan oleh pihak rektorat. Sebagai gantinya, ruangan itu akan ditempati oleh bagian Hubungan Masyarakat (Humas).

“Jadi katanya yang paling deket dengan humas itu ya ruangan MPM. Mereka katanya lagi butuh ruangan. Aku kurang mengerti kabarnya siapa yang bakal ke sini. Tapi katanya Humas butuh ruangan yang lebih besar,” ucap Jessica Adidarma (Hukum 2013) selaku Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) periode 2016/2017.

Sepengetahuannya, alasan pemindahan ruang MPM adalah agar terdapat pemusatan ruangan kemahasiswaan di kompleks BKA dan pemusatan fungsi eksternal.

Menanggapi pemindahan itu, Jessica menyampaikan bahwa ruang MPM tidak dapat begitu saja dipindahkan, terdapat beberapa hal yang menjadi alasan penolakan pemindahan ruangan tersebut. “Pertama, faktor Historis, dari awal MPM udah pakai ruangan ini bisa dilihat dari bukti fotonya,” ucapnya.

“Kedua, menurut ibu Cecilia Lauw (red. Rektor Unpar periode 2006-2011), MPM itu wajah kelembagaan, jadi kalau mahasiswa mau nyampein aspirasi, pintu pertama yang mereka lihat itu MPM,” tutur Jessica.

Selain hal tersebut, Jessica menyampaikan bahwa ruangan yang nantinya akan ditempati MPM kurang pas untuk ditempati. Hal itu terlihat dari ukuran ruangan yang terbilang kecil. Selain pengap jika digunakan 24 anggota MPM, terdapat beberapa perabotan yang mungkin tidak masuk ke dalam ruangan tersebut. Sebagai tanggapan dari protes itu, pihak rektorat telah mengabulkan protes yang diajukan pihak MPM dengan memperbesar ruangan tersebut.  “Memang benar ruangannya kecil tapi sekarang ruangannya telah diperbesar,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Dianta selaku Kepala Humas menyatakan bahwa pihaknya belum menerima kepastian terkait pemindahan ruangan sebab menunggu keputusan pusat. “Tapi pada dasarnya kalo kita disuruh pindah, ya kita akan pindah. Tapi sampe sekarang belum ada pengumuman resmi untuk itu,” tutur Dianto.

Walaupun nama KIK sempat tertera di surat relokasi ruang MPM yang diterima pihak MPM, Ratih Indraswari selaku Head of Corporation mengatakan bahwa pihak KIK belum menerima surat pemindahan ruangan. “International Office (IO) hingga sekarang belum mendapatkan surat resmi untuk pemindahan ruangan atau renovasi ruangan,” saat dihubungi melalui surat elektronik pada bulan Oktober lalu. Menurutnya, hingga ada informasi resmi dari pihak Rektorat, IO akan tetap menempati ruangannya.

Hal tersebut disampaikan dalam surat nomor III/R/2016-09/2898-1 mengenai relokasi ruang MPM yang akan dilakukan pada bulan November 2016. Menurut surat yang ditembuskan kepada pihak MPM, menyatakan bahwa ruang MPM saat ini akan ditempati oleh KIK.

Terkait pemindahan itu, ketika dimintai keterangan mengenai hal ini, Orpha Jane selaku Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Sumber Daya belum dapat ditemui reporter Media Parahyangan.

VERONICA DWI LESTARI, VINCENT FABIAN THOMAS

 

Berita ini telah direvisi dengan penambahan :

Sebagai tanggapan dari protes itu, pihak rektorat telah mengabulkan protes yang diajukan pihak MPM dengan memperbesar ruangan tersebut.  “Memang benar ruangannya kecil tapi sekarang ruangannya telah diperbesar,” ucapnya.

pada paragraf yang berbunyi:

Selain hal tersebut, Jessica menyampaikan bahwa ruangan yang nantinya akan ditempati MPM kurang pas untuk ditempati. Hal itu terlihat dari ukuran ruangan yang terbilang kecil. Selain pengap jika digunakan 24 anggota MPM, terdapat beberapa perabotan yang mungkin tidak masuk ke dalam ruangan tersebut.

Revisi dilakukan pada 16 November 2016 berdasarkan koreksi Jessica Adidarma (Hukum 2013).

Related posts

*

*

Top