Semangat dalam Keterbatasan: Kisah Hidup Abraham

Arsip Magang, MP – Dinas Pemuda dan Olahraga berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memahami anak-anak yang berkebutuhan khusus melalui This is Us. This is Us yang diadakan di Braga City Walk sehari setelah Hari Sumpah Pemuda ini (29/10), terdiri atas talk show, penampilan band anak-anak penyandang disabilitas dan autisme, serta fashion show

Abraham, sebagai salah satu peserta dan performer didiagnosa Autistic Spectrum Disorder (ASD) tingkat ringan dan Cerebral Palsy seperti beberapa peserta lainnya. Tanda-tanda yang dirasakan para penyandang terdiri atas kesulitan dalam memulai pembicaraan serta kesulitan untuk berteman sebaya. Tetapi, Abraham masih bisa berbicara dalam bahasa formal, membaca, menulis, serta berhitung.

Ibu Abraham sendiri mendirikan Rumah Belajar Abraham, semacam tempat belajar bagi Abraham. Di rumah tersebut, ia diajarkan untuk menulis, berhitung, dan membaca sesuai dengan kurikulum dasar. Selain itu, Abraham juga diharuskan untuk lari atletik, kursus piano,  kursus melukis, serta belajar untuk berteman sebaya guna memperdalam potensi yang dimiliki. Selain itu, Abraham pun dengan percaya diri menyanyikan Indonesia Pusaka bersama ibunya dan juga mengikuti acara fashion show.

 

Daniel Ananda Pradipta | Tanya Lee Nathalia

 

Related posts

*

*

Top