Selain Trump, Apa yang Sedang Terjadi di Dunia?

Peta Dunia. Dok/ Vecteezy

INTERNASIONAL, MP – Beberapa bulan ke belakang, dunia terlalu berfokus kepada satu sosok saja, yaitu Donald Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat (AS). Isu-isu mengenai Donald Trump membuat berita-berita dari kawasan Asia, Afrika, Amerika Selatan, Eropa, dan Oseania kurang diperhatikan.

Pertama-tama di Asia, terdapat setidaknya dua kejadian besar, yaitu dibunuhnya Kim Jong-nam dan perlawanan tentara Irak di Mosul terhadap Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kim Jong-nam adalah saudara tiri dari Kim Jong-Un, presiden Korea Utara (Korut). Kim Jong-nam diduga telah dibunuh dengan racun oleh agen-agen Korea Utara (Korut) di bandara Kuala Lumpur, Malaysia pada hari Senin minggu lalu (13/01), walaupun Korut menolak dugaan pembunuhan tersebut.

Para agen diduga mempunyai hubungan dengan Korut terlihat memercik atau menyemprot wajah Kim Jong-nam dengan toksin yang dinamakan VX Nerve Agent ketika beliau sedang menunggu penerbangan ke Makau. Toksin yang digunakan termasuk ke dalam kategori senjata pemusnah massal oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keinginan Kim Jong-nam untuk mereformasi Korut dan mendorong negara tersebut untuk mengikuti langkah Tiongkok dapat dilihat sebagai motif pembunuhan beliau.

Kemudian di Irak, pasukan keamanannya telah merebut bandara Mosul kembali dari tangan ISIS yang merupakan salah satu kunci utama dalam usaha pemerintah untuk mengeluarkan ISIS dari Mosul bagian barat. Sementara bagian timur sudah direbut kembali oleh pemerintah bulan lalu. Pertarungan yang terjadi di dalam rangkaian operasi yang dimulai sejak Oktober 2016 ini memakan waktu berjam-jam dan melibatkan tentara, artileri, dan kekuatan udara koalisi AS dari pihak Irak.

Sementara ISIS melawan dengan mortar dan para jihadisnya, Mosul menjadi kota yang penting untuk dikuasai kembali karena merupakan kota kedua terbesar di Irak yang dikuasai ISIS sejak pertengahan 2014. Selain itu, Mosul juga penting karena di dalamnya terdapat sekitar 800.000 orang yang terjebak di antara peperangan dan juga ISIS. Ditambah lagi, jembatan-jembatan yang menghubungkan bagian barat dan timur kota tersebut sudah hancur akan serangan udara.

Di Afrika sendiri, terdapat dua kejadian penting yang terjadi di negara Sudan Selatan dan Libya. Sudan selatan mendeklarasikan negaranya dalam keadaan kelaparan yang ekstrim atau famine pada hari Senin lalu (20/02). Menurut UN World Food Programme (WFP) sekitar 4,9 juta atau lebih dari 40% warga negara tersebut berada dalam keadaan sangat membutuhkan makanan akibat perang dan ekonomi negara yang tidak baik. WFP pun memprediksikan bahwa selama enam bulan ke depan sebanyak lebih dari 20 juta warga Sudan Selatan dapat mengalami keadaan kelaparan yang ekstrim ini.

Libya mempunyai isu yang berbeda dari Sudan Selatan. Sehari sebelum deklarasi kelaparan ekstrim di Sudan (19/02), para pejabat di Libya bagian Timur melarang wanita dibawah umur 60 tahun untuk melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa didampingi oleh pria. Larangan ini pun akhirnya diminta untuk dikaji kembali dan sedang dibekukan sementara dengan petisi untuk membatalkan larangan ini secara seluruhnya.

Lalu Amerika Selatan, pada hari Minggu yang lalu (19/02) terdapat ledakan di ibu kota Kolombia, Bogota. Ledakan ini setidaknya menyebabkan 40 orang terluka. Tidak ada kepastian apakah ledakan ini berhubungan dengan protes-protes yang terus-menerus terjadi dari aktivis-aktivis pembela hewan setelah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pertarungan kerbau (bullfighting) sebagai budaya negara dan dapat dilestarikan.

Bullfighting sendiri merupakan suatu pertunjukkan dimana seorang matador akan berusaha untuk membunuh sang banteng dengan sebuah pedang. Tetapi ada beberapa anggapan, bahwa ledakan ini bisa saja menargetkan polisi yang sedang berjaga-jaga akan protes-protes yang akan datang mengenai bullfighting tersebut. “Teroris tidak bisa mengintimidasi kita. Kami akan melakukan segalanya untuk menangkap mereka,” ujar Enrique Penalosa selaku Walikota Bogota.

Selanjutnya di Eropa, di hari Kamis (23/02) terdapat protes pelajar di ibu kota Perancis, yaitu Paris, ketika protes tersebut pada akhirnya berujung pada penembakkan gas air mata ke arah pelajar. Protes yang mengakibatkan pemblokiran 16 sekolah menengah ke atas ini disebabkan oleh dugaan pemerkosaan terhadap seorang pemuda berkulit hitam oleh polisi.

Pemuda yang diketahui bernama Theo dipercaya dipukuli oleh setidaknya empat polisi dan kemudian diperkosa dengan tongkat polisi pada hari Kamis tiga minggu yang lalu (02/02). Keempat polisi tersebut sedang ditangguhkan untuk investigasi lebih lanjut.

Terakhir, di kawasan Oseania terdapat berita mengenai kecelakaan pesawat terbang ringan di Australia. Kecelakaan yang menyebabkan lima orang (satu pilot asal Australia dan empat warga negara AS) meninggal ini terjadi pada hari Selasa lalu (21/02).

Pesawat ini jatuh di salah satu pusat perbelanjaan di Melbourne, Australia dan tidak menyebabkan korban jiwa di tempat tersebut. Kecelakaan ini disebabkan oleh rusaknya mesin pesawat yang terjadi sesaat setelah pesawat tersebut lepas landas dari bandara Essendon yang tutup untuk sementara dan buka kembali pada Kamis (23/02).

TANYA LEE NATHALIA | BBC NEWS | THE GUARDIAN |LIBYAN EXPRESS | ENCYCLOPEDIA | THE WASHINGTON POST | CNN | ABC NEWS |

Related posts

*

*

Top