Sekretariat UKM Listra Dirusak

DSC_0198

STOPPRESS MP, UNPAR –  Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Listra di aula UKM dirusak orang pada hari senin (20/5) pagi hari. Beberapa barang inventaris di dalam sekretariat Listra seperti komputer, alat musik dan perlengkapan tari ditemukan telah rusak.

“Awalnya kita duduk bertiga di tangga aula UKM. Kita dengar suara ‘prang’, kirain cuma kaca pecah atau orang ngejatuhin piring. Tiba-tiba ada beberapa bunyi lagi dan makin keras, curiga, kita ke atas ternyata dari ruang Listra”, ujar Galih (FISIP HI 2009) salah seorang saksi mata yang pertama menghampiri lokasi. Kejadian ini diperkirakan terjadi antara pukul 9 sampai 9.30 pagi hari.

Nadia Putri Laksmi, ketua Listra sendiri merupakan salah satu orang yang datang pertama kali ke tempat kejadian. Nadia mengaku mendapatkan pintu sekretariat Listra masih tertutup dan terkunci. “Aku datang sekitar jam setengah 10an. Pas aku datang aula UKM itu sepi bener-bener ga ada siapa-siapa, pintu ga ada yang kebuka, termasuk Listra itu ketutup, tapi pas aku mau buka gemboknya, ada suara yang ngebantingbanting dari dalam”, ujar Nadia.

Nadia mengaku ketakutan dan langsung menghubungi Bagus, salah seorang anggota Listra untuk meminta bantuan dan meninggalkan aula UKM menuju kolam PKH. Pada saat yang bersamaan Nadia juga melihat beberapa mahasiswa dan pegawai KKBM menaiki aula UKM menuju ke arah sekretariat Listra.

“Pintu aga ketutup tapi ga ngeceklek, mungkin dia sadar ada yang ngeliatin terus dia keluar”, ujar Galih yang merupakan salah satu mahasiswa yang menghampiri sekretariat Listra. Setelah meninggalkan aula UKM pelaku menuju parkiran depan PKH dan mulai mendorong beberapa motor yang terparkir hingga jatuh dan mengalami kerusakan. “Pas dia jatuhin motor anak-anak di PKH langsung bereaksi. sempet mukulin dia juga. Langsung dibawa satpam deh dia”, ujar Galih yang pada saat itu membuntuti pelaku karena menaruh rasa curiga.

Setelah diidentifikasi oleh pihak satpam pelaku diketahui bernama Jujun, seorang santri yang kabur dari pondok pesantren Nurul Huda, Rancabentang. Pihak satpam sendiri mengaku kesulitan meminta keterangan pelaku. Diduga pelaku mengalami stress. “Proses interogasi dilakukan setelah anak tersebut mulai tenang, namun saat prosesnya agak sulit karena pelaku hanya setengah-setengah ingat kejadiannya”, ujar Sumarna salah seorang anggota satpam Unpar yang sedang bertugas. Pihak satpam sendiri telah meminta keterangan lebih lanjut dari pondok pesantren Nurul Huda dan menghubungi pihak keluarga dari pelaku.

Mengenai kerugian materil yang diderita Listra, Nadia belum dapat memperkirakan secara pasti. “Belum dirinci sih, tapi rata rata barang inventaris yang baru kita adain, terus data data seperti KTM yang sudah kita siapin untuk ke Turki rusak. Yang asalnya tinggal memperlengkap sekarang harus kumpulin lagi”, ujar Nadia.

(Charlie)

Related posts

*

*

Top