Ruang Komunal Menghilang, Makrab Mahasiswa Arsitektur Manfaatkan Dak Beton    

Makrab Arsitektur - Fiqih Purnama

Makrab Arsitektur – Fiqih Purnama

Terlihat lampu-lampu yang menyala dan sesekali terdengar suara gemuruh dari sekumpulan orang di sekitar gedung  5 pada hari Jumat (7/11), sekelompok orang itu adalah mahasiswa arsitektur 2014 yang sedang menggelar malam keakraban(makrab). Yang unik dari acara ini ialah tempat dimana acaranya berlangsung. Bukan di sebuah taman ataupun di sebuah lapangan, melainkan diatas dak beton (atap bangunan).

“Dulu, dak beton ini belum ada kegunaan yang spesifik, tapi sekarang karena ruang-ruang menyempit, biasa dipakai buat dekor, dan untuk mengadakan acara-acara kecil” ujar Gramma Ketua Angkatan Arsitektur 2014. Ketika ditanya alasan mengapa dia menggunakan dak beton untuk acaranya, dia menjelaskan bahwa mereka menggunakan dak beton karena hal itu merupakan hal yang baru, unik dan seru,  lengkap Gramma ketika diwawancara di sela-sela acara.

Namun jika bicara perihal kelayakan, Danu (Arsitektur 2014) mengatakan bahwa dak beton ini masih kurang layak, ruangnya masih kotor, dan banyak barang-barang bekas. Ketika ditanya di tempat yang sama. Memang sebelumnya dak beton ini hanya digunakan untuk mengerjakan dekorasi suatu acara, dan biasanya bahan-bahan yang tersisa dibiarkan begitu saja. Gramma pun mengatakan bahwa membuat acara di dak beton ini perlu persiapan lebih untuk membereskan barang-barang yang berserakan.

Pemakaian dak beton ini juga dikarenakan oleh menghilangnya ruang komunal yang biasa dipakai mahasiswa arsitektur yaitu GSG(Gedung Serba Guna) dan plasanya pasca pembangunan. Selain menghilangnya ruang komunal, pembangunan juga berimbas pada banyak ditemukannya puing-puing yang berserakan, dan membuat akses ke gedung 5 menjadi sempit, terutama akses menuju ke Student Center Arsitektur. Hal ini terjadi karena lokasi gedung 5 bersentuhan langsung dengan pagar batas pembangunan.

FIQIH PURNAMA

Related posts

*

*

Top