Robertus Wahyudi Triweko Terpilih Menjadi Rektor UNPAR Periode 2011-2015

unpar_image_110618013721

“Proses Pemilihan Rektor baru Universitas Katolik Parahyangan telah mencapai kesepakatan final. Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D. akhirnya ditetapkan menjadi orang yang akan memimpin unpar dalam 4 tahun kedepan.”

Keputusan itu diumumkan oleh pihak Unpar pada hari jum’at (17/6), lewat publikasi surat tertulis dan pengumuman lewat website Unpar yang dirilis oleh Humas Unpar. Keputusan untuk memilih Berdasarkan Rapat seluruh organ Yayasan yang terdiri dari Pembina, Pengurus dan Pengawas Yayasan Universitas Katolik Parahyangan. Rapat yayasan sendiri berlangsung mulai jam 09.00 dan berakhir pukul 14.00 WIB.

Menurut yayasan, Triweko terpilih sebagai Rektor Unpar Periode 2011-2015 didasarkan pada berbagai penilaian, yang dimulai dari sesi wawancara tertutup hingga presentasi program kerja pada 13 April lalu. Penilaian dari 2 konsultan eksternal, yaitu Principia Learning Lab dan The Jakarta Consulting Group juga menjadi dasar keputusan yayasan untuk memilih pria yang juga merupakan lulusan jurusan Teknik Sipil Unpar tersebut.

Triweko akan resmi menggantikan Rektor periode 2006-2011, Dr. Cecilia Lauw Giok Swan, Ir.,M.Sc setelah pelantikan pergantian jabatan yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober nanti. “Selamat kepada Bapak Prof. Robertus Wahyudi Triweko, PhD. Selamat menjabat dan menunaikan tugas,” Demikian ucapan yang diberikan oleh Humas Unpar di akhir surat tersebut.

Robertus Wahyudi Triweko dilahirkan di Karanganyar, Surakarta, pada tanggal 6 Juli 1954. Ia menyelesaikan program studi Sarjana Teknik Sipil di Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan (1980), memperoleh gelar Master of Engineering (M.Eng.) di bidang Hydraulics and Coastal Engineering dari Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand (1984), dan meraih gelar Doctor of Phylosophy (Ph.D) di bidang Water Resources Planning and Management, dari Colorado State University, Fort Collins, Collorado, Amerika Serikat (1992). Terhitung mulai tanggal 1 Desember 2006, beliau ditetapkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu/Mata Kuliah Hidroteknik. Pada 1 Desember 2007 beliau ditetapkan menjadi Guru Besar.

Selain menjadi pengajar di Unpar, beliau juga aktif sebagai  pengurus Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Pusat dan Cabang Bandung, dan Pengurus Masyarakat Hidrologi Indonesia (MHI).

(Dendy Nugraha)

Related posts

2 Comments

  1. adityas a a said:

    selamat untuk Pak Triweko. Saya izin melansir berita ini untuk Tribun Jabar online yaa.

  2. yenyen said:

    MUDAHAN TIDAK ADA KECURANGAN DALAM PEMILIHANNYA, DAN PARA PANITIA ANGGOTA SENAT LEBIH HEBAT DARI TUHAN ITU JUGA MASUK SORGA

*

*

Top