Ridwan Kamil Resmi Menjadi Calon Gubernur Jawa Barat

Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Dok/ Indowarta. Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Dok/ Indowarta.

NASIONAL MP, UNPAR Ridwan Kamil selaku Wali Kota Bandung didukung secara resmi oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai calon gubernur Jawa Barat (Jabar) periode 2018-2023. Pernyataan ini dilakukan dengan menyerahkan surat rekomendasi dari DPP Partai Nasdem kepada Ridwan Kamil pada Minggu (19/30). Surat rekomendasi membahas tentang pengusungan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi kandidat pertama dalam pemiihan gubernur Jabar. Terlepas dari waktu pemilihan yang baru akan diadakan lebih dari setahun lagi. Partai Nasdem juga optimis dengan pria yang kerap disapa dengan Kang Emil itu. Menurut Saan Mustopa, Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat, perkenalan serta dukungan terhadap Ridwan Kamil patut dikumandangkan lebih awal, mengingat banyaknya jumlah masyarakat Jabar.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa sosok seorang Ridwan Kamil sebagai orang asli Jawa Barat menjadi salah satu alasan mengapa Partai Nasdem mengusungnya. Ridwan Kamil juga dinilai sebagai seorang yang memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi serta inovatif selama masa jabatannya sebagai Wali Kota Bandung hingga sekarang.

Pencalonan Ridwan Kamil sebagai gubernur Jawa Barat menuai banyak pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dilihat dari posisi Ridwan Kamil yang menjadi kandidat pertama calon gubernur. Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, Muradi beranggapan bahwa Partai Nasdem mengambil keputusan terlalu cepat terkait akan hal ini.

Akibatnya, peta politik di Jabar akan berubah. Ini berarti bahwa dengan dilakukannya deklarasi ini, partai-partai politik lain kemudian akan memutuskan untuk bersatu dalam kubu yang lebih kokoh. Contohnya Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki kemungkinan kecil untuk berkoalisi dengan Partai Keadialan Sejahtera (PKS). Muradi memprediksikan bahwa hal ini akan mungkin terjadi setelah deklarasi pengusungan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar oleh Partai Nasdem.

Muradi juga membandingkan hal ini dengan apa yang terjadi pada Dede Yusuf pada pemilihan gubernur 2013. Dede yang pada awalnya selalu memuncaki survei, lambat laun goyah akibat pencalonan yang terlalu dini.  Keberedaan pola yang sama inilah yang membuat Muradi kemudian berpendapat bahwa hal ini juga bisa terjadi pada Ridwan Kamil.

ERIANA ERIGE | TANYA LEE NATHALIA | TRIBUN NEWS | BBC | LIPUTAN 6 |

Related posts

*

*

Top