[Resensi] Cinta, Keindahan, dan Kesunyian

Buku Kahlil Gibran : Cinta, Keindahan, dan Kesunyian. Dok/ Tokopedia. Buku Kahlil Gibran : Cinta, Keindahan, dan Kesunyian. Dok/ Tokopedia.

Judul: Cinta, Keindahan, dan Kesunyian

Penulis: Kahlil Gibran

Penerbit: Yayasan Bentang Budaya

Jumlah halaman: 368 halaman

 

“Cinta”

Mereka berkata tentang serigala dan tikus

Minum di sungai yang sama

Tempat singa melepas dahaga

 

Sebagaimana teori dasar dari sebuah judul: judul adalah intisari dari sebuah tulisan. Buku Cinta, Keindahan, dan Kesunyian berisi kumpulan karya-karya Kahlil Gibran yang bernuansa cinta, mengalir dengan estetika bahasa khas Gibran dan menyuguhkan kesunyian.

Prosa-prosa di buku ini disusun oleh editor Ahmad Norma dengan tidak membagi bab-bab  yang terpisah secara sistematis agar “tulisan-tulisan Kahlil Gibran dapat hadir secara spontan”. Editor menyadurnya dari beberapa buku karya Kahlil Gibran dan menyatukannya ke dalam buku ini. Dan lewat buku ini Kahlil menyajikan karyanya dengan tema yang beragam, mulai dari ego manusia, peperangan, tanah air, rasa ketertarikan terhadap manusia, tentang dosa, hingga tentang doa.

 

Melalui Cinta, Keindahan, dan Kesunyian, Gibran berbicara mengenai sesuatu yang kita kenal sebagai cinta, keindahan, dan kesunyian yang akan selalu hadir dalam waktu-waktu yang dilalui manusia melalui bentuk puisi, prosa, cerpen, novel, maupun naskah lakon drama.

Gibran tidak akan mengecewakan para penikmat seni dengan menyisipkan keeksotisan alam Libanon, ketajaman dan kebeningan bahasa yang sangat bergaya Timur, dan juga kebebasan yang bergaya Barat dengan tanpa menggunakan gaya Barat dalam penyampaian pikirannya. Lewat kata-kata yang disusun Gibran dengan jenaka namun dalam di buku ini, anda (semoga) akan terhanyut dalam keindahan salah satu karya seni sastra terbaik kelas dunia.

Buku ini mendapat rating akumulatif sebesar 3.95/5 dari para pengguna web katalog buku seperti Goodreads.com. Saya pribadi memberi bintang 4 dari 5 untuk nuansa dan keelokan bahasa yang Gibran hadirkan di buku ini. Selamat membaca sambil terhanyut (lagi) dalam cinta, keindahan, dan kesunyian lewat sastra sang Kahlil!

 

Tentang Penulis

Hilmy Mutiara

Hukum 2014

 

Related posts

*

*

Top