Renovasi Gedung UKM Diperkirakan Mundur

STOPPRESS MP - Rencana Renovasi Gedung UKM Diperkirakan Mundur / Charlie

STOPPRESS MP, UNPAR – Rencana perbaikan gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang rencananya dilakukan mulai April 2014 diperkirakan mundur. Hal ini disebabkan karena hingga tanggl 14 April 2014, baru terdapat 2 pihak penawar tender yang masuk dari ketentuan minimal 3 penawar.

“Untuk tanggal pasti memulai pembangunan belum ada. Karena kita ada persyaratan administrasi dan mengacu pada prosedural, yaitu mengenai tender. Saat ini baru ada 2 penawar, padahal minimal suatu tender ada 3 pihak.” Jelas Bawono, ketua Biro Sarana dan Prasarana (BSP) yang ditemui Media Parahyangan Senin, 14 April 2014.

Menurut Bawono, pihaknya masih menunggu satu calon penawar yaitu pihak Mega Raya Alumunium untuk memasukkan penawarannya. Adapun pihak penawar yang sudah masuk ke data BSP  adalah pihak Mulyadi dan Edi. “Target saya sih akhir April ini sudah keluar pemenang tendernya karena masih harus negosiasi harga kepada pemenang tender dengan patokan harga yang sudah kita dapat dari proses tender,’ ujar Bawono.

Setelah proses tersebut rampung, BSP harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM). Adapun bentuk koordinasi yang dimaksud adalah perihal jangka waktu persiapan pemindahan UKM, jangka waktu hari pengerjaan proyek, dan pemberitahuan isi surat Perintah Kerja (SPK) kepada pihak UKM. “Semoga tanggal 10 Mei sudah mulai pengerjaan, dan sekitar pertengahan Juli bisa selesai” tambah Bawono.

Menanggapi mundurnya pelaksanaan renovasi gedung UKM ini, Reiyan Ghaisani selaku perwakilan dari UKM mengatakan bahwa pihak UKM sempat mendapatkan kabar tersebut dari LKM, walaupun pihak LKM belum memberikan kepastian kabar tersebut.“Awalnya kita dapat informasi dari LKM karena perubahan anggaran, tapi setelah kita sendiri yang  follow-up ke WR II (Dharma Lesmono – red) ternyata mundur karena ada pihak penawar yang ingin masuk tender lagi.”, ujar Reiyan saat ditemui MP pada selasa (22/4).

Sejak awal tahun 2014 ini, persoalan rencana renovasi gedung UKM sudah bergulir. Hal tersebut bermula dari kerusakan-kerusakan pada gedung UKM yang meresahkan beberapa mahasiswa dari sejumlah UKM. Mulai dari bocor, WC yang rusak hingga banjir pada tanggal 19 Maret 2014. Dari rencana renovasi inilah ada wacana untuk memindahkan beberapa sekretariat UKM serta kegiatannya ke tempat lain yang belum ditentukan.

“Ya, pembangunan gedung UKM memang perlu, karena sayang aja sih,  kita mau beraktivitas, seperti menjalankan proker dan latihan tetapi banjir dan bocor. Istilahnya, kita mau berkegiatan tetapi nggak ada fasilitasnya. Kan kita bayar mahal di Unpar”, ujar Reiyan, yang juga merupakan Ketua UKM POTRET ini.

LINTANG SETIANTI

Related posts

*

*

Top