Rektorat Turut Campur Dalam INAP 2013

STOPPRESS MP, UNPAR – Pelaksanaan Inisiasi dan Adaptasi (INAP) 2013 untuk mahasiswa baru 2013 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan yang biasanya disusun dan dijalankan oleh mahasiswa sebagai program kerja Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM), tahun ini mendapat campur tangan dari rektorat. 

“Konsepnya Universitas sebagai penyelenggara, namun disingkronisasikan dengan tenaga mahasiswa, itu yang dibilang rektorat”, ujar Kemal Maulana selaku ketua INAP 2013 saat diwawancarai MP Senin (12/8).

INAP akan dilaksanakan dari tanggal 13 – 17 Agustus 2013. Rektorat membuat konsep awal pelaksanaan INAP 2013. Dalam konsep yang telah dibuat sejak tahun 2012 tersebut, rektorat memasukan materi penanaman nilai-nilai dasar Unpar dalam kegiatan INAP. Laurentius Tarpin, selaku Pembantu Rektor 3 bidang kemahasiswaan mengatakan, “Sekarang juga kami mendukung mahasiswa, mahasiswa menjadi pelaksana, yang berbeda kami menambahkan substansi mengenai nilai-nilai UNPAR.  Jadi kami juga melibatkan mahasiswa sebagai panitia”.

Dalam konsep awal, rektorat meminta waktu 2 hari untuk pemberian materi dan meminta tenaga mahasiswa untuk pelaksanaan teknis kegiatannya. “Awalnya 2 hari, mahasiswa kaya EO aja”, ujar Kemal. Sempat terjadi perdebatan antara LKM dan Rektorat terkait keterlibatan rektorat dalam INAP kali ini. Perdebatan timbul karena terjadi perbedaan konsep yang dibuat rektorat dengan konsep yang dibuat LKM. Hal ini dipicu karena minimnya komunikasi antara rektorat dengan LKM dalam penentuan pelaksana INAP 2013.

Andrew Renaldy selaku presiden mahasiswa Unpar mengatakan, “waktu itu kita kebetulan mendapat informasi lebih cepat dari beberapa kenalan bahwa rektorat akan mengambil alih INAP Gabungan, Kita tidak setuju.”

Dalam persiapan INAP 2013, baik rektorat maupun LKM telah membuat konsep awal. Dalam konsep yang ditawarkan, rektorat ingin memasukan materi penanaman nilai dasar, sedangkan LKM juga telah menyiapkan program yang akan dilaksanankan. Di tengah tumpang tindihnya program tersebut, waktu yang diberikan untuk pelaksanaan INAP tidak ditambah oleh pihak rektorat. “Agenda dari pihak mahasiswa berkurang jauh, itu sangat merugikan kita”, ujar Andrew.

Kedua pihak akhirnya mencoba mencari titik temu. Hasilnya terbentuk lah INAP Gabungan yang dilaksanakan satu setengah hari dengan tambahan materi dari pihak rektorat. “setelah melewati proses negosiasi yang cukup memakan waktu, akhirnya menemui win-win solution”, ujar Andrew.

Menanggapi permasalahan tarik ulur antara LKM dan rektorat, Romo Tarpin mengatakan bahwa rektorat telah melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan mahasiswa. Tarpin mengaku dalam penentuan konsep INAP 2013 telah mengumpulkan perwakilan dari  fakultas, dosen, ketua MPM, dan ketua LKM. “Bukan saya pribadi yang menentukan. Mahasiswa minta waktu diperpanjang, kami kasih kok, kami kurangi waktu materi kita”, ujar Tarpin.

Adapun INAP gabungan dilaksanakan pada hari pertama dan setengah hari kedua. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan INAP fakultas dan jurusan di akhir hari kedua, dan dilanjutkan di hari ketiga dan keempat. Penutupan INAP di tanggal 17 agustus akan dilakukan berbarengan dengan upacara HUT Kemerdekaan RI dan pelaksanaannya kembali dipegang rektorat.

(Charlie)

Related posts

*

*

Top