Rektorat Pertimbangkan Perubahan Periode Kepengurusan PM Unpar

pius sugeng

Stoppress MP, Unpar – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pius Sugeng Prasetyo, mengusulkan perubahan batas periode masa jabatan kepengurusan Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar. Periode yang berbatas Juni-Juni ini diusulkan berubah menjadi Januari-Desember. Hal ini ia sampaikan pada saat presentasi usulan struktur baru PM Unpar oleh Pansus (Pansus Rampungkan Usulan Struktur Baru PM Unpar) yang dihadiri oleh Pansus dan MPM.

“Saya mewacanakan supaya periode kepengurusan PM disesuaikan dengan periode tahun anggaran,” ucap Pius saat dimintai konfirmasi oleh MP, Rabu (11/02). Saat ini, periode kepengurusan PM Unpar dimulai dari bulan Juni sampai dengan bulan Juni lagi di tahun berikutnya. Hal itu kurang selaras dengan tahun anggaran yang periodenya dimulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember. Sehingga dalam satu periode, kepengurusan PM Unpar menggunakan dua tahun anggaran sekaligus walaupun hanya dalam jangka waktu 6 bulan dalam masing-masing tahun. “Saya mengajukan bisa atau tidak, sisi penganggaran yang satu tahun itu (Januari-Desember), disesuaikan dengan kepengurusan yang juga satu tahun,” tambahnya.

Pada dasarnya, menurut Pius, penyesuaian tersebut dilakukan untuk memudahkan perencanaan kegiatan lembaga-lembaga di PM Unpar itu sendiri. “Mempermudah menejemen pengelolaan perencanaan, supaya pertanggungjawaban masing-masing periode dalam satu tahun anggaran nggak setengah-setengah,” ujarnya.

Pius menegaskan usulan ini masih dipersilakan untuk dikaji oleh kepengurusan PM Unpar 2014/2015 dan seluruh mahasiswa. Karena perubahan ini dapat mengakibatkan satu periode kepengurusan PM Unpar pada masa transisi menjadi 1,5 tahun, agar periode selanjutnya bisa selaras dengan periode tahun anggaran. “Jika periode ini (2014/2015) diperpanjang jadi 1,5 tahun boleh dengan senang hati. Tapi kalo tidak siap, untuk periode yang akan datang nanti kami informasikan untuk misalnya kepengurusannya menjadi satu setngah tahun untuk 2015/2016 supya nanti terdepan menjadi setahun,” katanya. Hal ini pun menurutnya masih terbuka untuk didiskusikan maupun didebat. “Kita lihat seberapa jauh kesiapan kita, saya tidak memaksakan. Mari berdiskusi, berbincang, berdebat untuk menemukan mana yang paling cocok. Kalau belum siap sekarang, mau dimulai kapan. Atau kalau yang ini tidak cocok, inginnya seperti sekarang saja, ya ndak masalah. Saya hanya mengusulkan hal yang baru saja,” jelasnya.

Namun demikian, Robertus Bambang Pudjianto, selaku ketua MPM, mengatakan kemungkinan besar diterapkannya perubahan ini di masa periodenya tidak akan terlaksana. “Kami belum siap untuk satu setengah tahun karena (wacana perubahan tahun anggaran.red) muncul di pertengahan, kecuali jika dari awal udah sepakat,” ucapnya saat diwawancarai MP (11/02) di sekre MPM. “Apalagi KPU juga sudah berjalan dan Pak Pius tidak mewajibkan juga, kalau siap ya monggo tapi kalau tahun depan pun tidak apa-apa.” tambah Bambang.

HILMY MUTIARA

Related posts

*

*

Top