Rektorat Keluarkan Imbauan Larangan Merokok Di Kampus

Stoppress MP - Rektorat Keluarkan Imbauan Larangan Merokok Di Kampus/ MP-Adytio Stoppress MP - Rektorat Keluarkan Imbauan Larangan Merokok Di Kampus/ MP-Adytio

STOPPRESS, MP UNPAR  – Pihak rektorat mengeluarkan surat edaran mengenai imbauan larangan merokok di dalam kampus. Pencanangan kampus Unpar tanpa rokok ini berkaitan dengan Peraturan Pemerintahan RI Nomor 109 Tahun 2012. Penerapan imbauan untuk tidak merokok ini akan mulai diterapkan hari Senin, 28 Oktober 2013.

“Peraturan Pemerintah sudah banyak yang bahas mengenai larangan merokok di tempat umum. Unpar sebagai lembaga akademik harus bisa memberi contoh, lembaga pendidikan kan tujuannya membangun  kesadaran dan karakter,” kata Robertus Wahyudi Triweko selaku rektor Unpar ketika ditemui di ruangannya hari Jumat (25/10).

Dalam surat edaran rektorat itu dituliskan bahwa dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 109 Tahun 2012 Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mewujudkan kawasan tanpa rokok di tempat umum, tempat kerja, angkutan umum, tempat ibadah, tempat bermain anak, tempat proses belajar mengajar dan fasilitas pelayanan kesehatan. Unpar menerapkan aturan larangan merokok sebagai langkah nyata dalam menjalankan Peraturan Pemerintah tersebut.

Menurut Triweko imbauan untuk tidak merokok di dalam kampus bukan merupakan hal baru. Menurutnya sudah banyak universitas yang menerapkan aturan ini. “Masa universitas lain bisa, kita enggak?” ucap Triweko.

Ketika ditanya mengenai ada tidaknya smoking area, Triweko mengatakan kemungkinan hal tersebut tidak akan ada dengan alasan agar Unpar benar-benar terbebas dari asap rokok. Dia sendiri sadar tidak bisa melarang perokok untuk berhenti. “Jadi bagi yang ingin merokok silahkan di luar kampus , tapi kalau di dalam, mari bersama-sama mewujudkan Unpar yang bersih asap rokok,” katanya.

Triweko juga menjelaskan bahwa jika nanti ada warga Unpar yang tetap merokok di dalam kampus akan ada sanksi mulai dari peringatan atau pun teguran. “Kedepannya mungkin akan ada sanksi lebih berat,” ucapnya.

Dari pihak mahasiswa, Jonathan Adli yang ditemui hari Sabtu (26/10) di depan Lembaga Pengembangan Humaniora (LPH) mengatakan bahwa dengan adanya himbauan untuk tidak merokok di dalam kampus akan membuat udara di Unpar menjadi lebih bersih “Bagus sih, selain jadi lebih bersih, lingkungan juga semakin oke, udaranya juga bakal lebih seger,” ucap Adli. Namun, menurutnya sosialisasi masih perlu ditingkatkan. “Kalau buat orang seperti saya yang tidak merokok fine-fine aja, beda dengan orang lain yang merokok, mereka mungkin lebih kaget,” kata mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2011 ini.

Berbeda dengan Adli, Michael Alexandre (Manajemen 2011) yang ditemui di Pohon Fakultas Hukum mengaku sedikit kecewa dengan adanya himbauan untuk tidak merokok itu. “Mungkin agak kecewa sih, soalnya kita di sini sering melakukan kegiatan, dan kalau bagi perokok mungkin bakalan berat, kita harus keluar kampus kalau ingin merokok. Jadinya bisa enggak produktif di kampus,” kata Michael.

Andrew Renaldy selaku presiden mahasiswa mengaku telah mengetahui bahwa akan ada aturan rektorat yang menghimbau masyarakat Unpar untuk tidak merokok di dalam kampus. “Rencana tersebut (himbauan tidak merokok.red) sudah lama, kita juga sempat membicarakannya dengan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) dan juga pihak rektorat,” kata Andrew.

Adapun Pihak rektorat nantinya akan melakukan sosialisasi lebih lanjut terkait penerapan aturan ini. “Suratnya kan memang baru keluar, jadi belum semua mahasiswa tahu. Mungkin nanti kita akan pasang spanduk sebagai bagian dari sosialisasi,” katanya.

ADYTIO NUGROHO & NADHILA RENALDI

Related posts

*

*

Top