Rektorat ‘Setir’ Mahasiswa

STOPPRESS MP, Unpar –  Dugaan kuat ‘penyetiran’ mahasiswa oleh rektorat melalui Inisiasi dan Adaptasi (INAP) yang dilaksanakan pada hari Selasa (13/8), muncul selama proses persiapan kegiatan tahunan tersebut. Hal ini diperkuat dengan dibentuknya Steering Committee (SC) oleh Rektorat Unpar pada awal bulan Juli 2013 lalu.

“SC itu seperti alat rektorat yang menyetir kita” Ujar Kemal Maulana, mahasiswa HI (’11) Unpar yang juga merupakan Ketua INAP 2013.

Kemal juga menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan Rektorat Unpar yang baginya kurang mendukung keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. “Mahasiswa seperti EO (Even Organizer), disuruh urusin teknis dari konsep yang sudah dibentuk,” tambahnya.

Dalam keorganisasian INAP 2013, rektorat membentuk dua badan, yaitu Organisation Comitee (OC) dan Steering comitee (SC). Organisation Comitee adalah kepanitian INAP yang dibentuk LKM sedangkan Steering Comitee adalah badan baru bentukan rektorat yang membentuk konsep.

Steering Comitee adalah lembaga yang dibentuk rektorat pada pertengahan Juli lalu. SC diisi oleh dosen-dosen Pusat Kajian Humaniora (PKH) Unpar. Strukturnya terdiri dari 8 orang konseptor yang diketuai oleh Sylvester Kanisisus. Konseptor ini yang nantinya akan merekrut 50 dosen yang akan memberikan materi SINDU.  “SC dibentuk di tengah-tengah keorganisasian yang telah terbentuk”, ujar Kemal menambahkan.

Andrew Renaldy selaku presiden mahasiswa Unpar 2013 mengakui pada awalnya LKM tidak mengetahui rencana pembentukan SC. “Informasinya cukup mendadak, begitu juga dosen-dosen yang ditunjuknya untuk berada di dalam SC. Kita kaget karena sebelumnya sudah menunjuk ketua INAP Gabungan yang kali ini”, ujar Andrew.

SC adalah konseptor untuk penanaman Nilai-nilai Dasar Spiritualitas Unpar (NDSU). Posisi mahasiswa dalam pelaksanaannya sebatas mengurus permasalahan teknis. “ Bentuk  INAP Gabungan kali ini di luar dugaan dan sudah di luar kemampuan mahasiswa”, ujar Andrew.

Sylvester Kanisius yang bertindak sebagai ketua SC menyatakan bahwa inisiatif dari pembentukan komite khusus tersebut memang berasal dari Rektorat Unpar, namun beliau menekankan bahwa kegiatan INAP seharusnya dilaksanakan oleh universitas termasuk rektorat dan mahasiswa.

 “Sebetulnya kegiatan penyambutan mahasiswa baru ini adalah ‘gawean’ universitas, namun terdapat pandangan yang keliru bahwa seakan-akan ini cuma punya mahasiswa”, ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Laurentius Tarpin, menyatakan bahwa pembentukan SC bertujuan untuk menyiapkan materi dan modul mengenai SINDU (Spiritualitas dan Nilai Dasar Unpar). Berbeda dengan kepanitiaan mahasiswa INAP atau yang disebut Organizing Committee (OC), dimana akan lebih berperan dalam teknis pelaksanaan acara tersebut.

“kita selalu melibatkan mahasiswa kok, kita tawarkan konsep kita pada mahasiswa, ketika pada protes ya kita sesuaikan. Apa harus setiap detilnya kita kasi tahu mahasiswa kan tidak?”, terang Romo Tarpin kepada MP pada hari Senin (12/8).

INAP sendiri akan dilangsungkan pada tanggal 13 – 17 agustus 2013.

(Dea Renaldy/Charlie)

Related posts

*

*

Top