Ramp Mobil Bertangga, Ternyata Belum Selesai

Ramp Mobil menuju Basement PPAG dibuat bertangga. Dok/MP Ramp Mobil menuju Basement PPAG dibuat bertangga. Dok/MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Pintu masuk ke basement gedung 45 atau Pusat Pembelajaran Arntz Geise (PPAG) memiliki desain yang cukup unik. Karena ramp atau tanjakan yang dibuat untuk mobil itu didesain bertangga,  sempat membuat sebuah mobil terperosok. Meskipun demikian, desain bertangga itu ternyata disebabkan pengerjaan ramp tersebut dihentikan terlebih dahulu, atau belum selesai sementara waktu.

Menurut Alex Hasan selaku Ketua PPAG, jika ramp itu diteruskan, maka akan berakhir di sebelah ATM sehingga akan mengganggu sirkulasi kendaraan dari rektorat menuju Fakultas Hukum. “Kalau itu diteruskan, jalur dari rektorat menuju parkiran Fakultas Hukum akan terputus. Kalau terputus, parkiran Fakultas Hukum tidak bisa dipakai,” jelasnya ketika di wawancarai langsung di kantor panitia PPAG pada Selasa (30/8) lalu.

Alex juga menjelaskan bahwa proses pembuatan ramp tersebut akan dilanjutkan ketika Gedung ATM telah dirapikan. Berikut ketika akses dari gedung yayasan menuju fakultas hukum telah bisa digunakan dengan optimal.

Ramp tersebut mendapat beberapa tanggapan dari para mahasiswa, salah satunya ialah Remi Triardi (Arsitektur 2014) yang mengaku kebingungan dengan desain ramp tersebut. Dia mengira bahwa ramp tersebut memang sengaja dibuat bertangga. “Kirain karena emang bangunan belum dipakai, mungkin memang sengaja dibuat bertangga,” ujarnya ketika diwawancarai via Line.

Selain itu juga keadaan ramp ini mendapatkan perhatian dari Syauqi, Ketua Himpunan Program Studi Sipil. Ia mengatakan bahwa seharusnya sedari awal tangga masuk gedung PPAG dari depan itu seharusnya diberi tanda forbidden. “Karena pernah sudah ada satu kasus mobil nyungsep, baru dikasih tanda forbidden ‘Di larang’,“ jelasnya ketika di wawancara di kantornya di gedung 45.

Adapun, Ramp atau tanjakan khusus untuk sirkulasi mobil yang dibuat bertangga kini menjadi sirkulasi utama bagi mahasiswa yang berjalan kaki dari pintu masuk Unpar ke gedung 45.

FIQIH RIZKITA

Related posts

*

*

Top